Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

    Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

    Waktu: 2026-09-12 18:18:39 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Kunci Konvensional Masih Mengandalkan Mekanis

    Menurut Raymond, sistem kunci konvensional bekerja sepenuhnya secara mekanis melalui silinder dan anak kunci.

    "Dibanding konvensional yang pertama, iya (lebih aman)," kata Raymond, saat ditemui Kompas.com, di Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).

    Ia menjelaskan, pada kunci konvensional terdapat susunan gerigi yang harus sesuai agar silinder dapat berputar dan menghidupkan kendaraan.

    Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizerKompasOtomotif - AFH Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizer

    "Karena konvensional itu kan hanya mengandalkan manual. Jadi, prinsipnya konvensional itu hanya silinder. Dia bisa terputar. Tapi kalau tidak pas bentuk gigi (kuncinya), tidak akan mau keputar," ujar Raymond.

    Namun, menurut dia, karena seluruh mekanismenya bersifat mekanis, sistem tersebut tetap berpotensi dibobol apabila pelaku berhasil merusak atau membuka silinder kunci.

    "Prinsipnya karena mekanik, selama bisa dipecahkan, bisa keputar (kuncinya)," kata Raymond.

    Keyless Tak Cukup Dibobol Secara Mekanis

    Berbeda dengan kunci konvensional, sistem keyless tidak hanya mengandalkan komponen mekanis.

    Di dalam smart key terdapat chip elektronik yang sudah dipasangkan (pairing) dengan sistem immobilizer pada kendaraan. Saat tombol start ditekan, mobil akan memverifikasi identitas chip tersebut sebelum mesin diizinkan menyala.

    Karena itu, meski seseorang berhasil membuka pintu secara paksa atau merusak bagian mekanis, mesin belum tentu bisa dihidupkan apabila sistem elektroniknya tidak dikenali.

    Raymond Lie - Komandan Key kompas.com/nanda Raymond Lie - Komandan Key

    Harus Lewat Pemrograman

    Raymond menjelaskan, untuk bisa menembus sistem keyless, pelaku tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membobol kunci secara mekanis.

    "Tapi kalau keyless, cuma hanya mekanik doang, tidak akan bisa diapain. Sama seperti komputer, ibaratnya ada virus. Kalau kita mau ganti, ya lawannya harus antivirus. Jadi tidak bisa kita hanya mengandalkan komputer," ujarnya.

    Menurut dia, prinsip yang sama juga berlaku pada sistem keyless karena sudah menggunakan sistem elektronik yang terhubung dengan kendaraan.

    "Begitu juga dengan keyless. Keyless itu lawannya harus kita diprogram juga. Sistemnya," kata Raymond.

    Meski demikian, bukan berarti sistem keyless tidak bisa ditembus sama sekali. Namun, prosesnya jauh lebih kompleks dibandingkan kunci konvensional karena melibatkan sistem elektronik dan pemrograman, bukan hanya komponen mekanis.

    • Sebelumnya: Material Rendah Emisi Mulai Jadi Pilihan untuk Ruang Bermain Anak
    • Selanjutnya: Final Piala Dunia: Si Paling Ngotot Vs Si Paling Sabar

      Artikel Terkait

      • Pidato Perdana Andy Burnham sebagai PM Inggris: Janji Akhiri Tunawisma
      • PT Inhutani I Buka Banyak Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1
      • KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah
      • Akhir Pelarian 'Taufik Hidayat' Cikarang
      • Pertamina: Stok Pertalite Nasional 15 Hari, Masyarakat Jangan Khawatir
      • Kawal Kunker Wapres di Palembang, Polda Sumsel Jamin Aktivitas Warga Lancar
      • Tarif Listrik PLN 20-26 Juli 2026 Telah Ditetapkan, Ini Rinciannya
      • Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi
      • 58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi
      • Kronologi 2 Anggota DPRD Riau Cekcok hingga Berujung Baku Hantam Massa Simpatisan

        Lihat Sekilas

      • Liga Aspal Menteng, Anak-anak Dilatih Kekompakan Hingga Fair Dalam Bertanding
      • Kejagung Minta Kejati Se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data terkait MBG
      • Memanas! AS Bombardir Penyimpanan Rudal Iran Selama 90 Menit
      • Perusahaan Singapura Lirik Jateng, Siap Boyong Investor China dan Eropa
      • Inggris Vs Argentina, Melihat Lagi Gol "Tangan Tuhan" Maradona di Piala Dunia 1986
      • Prabowo Ungkit Kalah Pilpres: Tapi Gerakan Koperasi Bersama Saya
      • Hadiah Juara Piala Dunia bagi Pemain Spanyol, Satu Orang Sembilan Miliar Rupiah
      • Konser Akbar Monas Sediakan 8 Kantong Parkir, Tampung 5.020 Kendaraan
      • Ingin Baca Unggahan Trump Lebih Cepat dari Orang Lain? Siapkan Rp 1,6 Miliar per Bulan
      • Tak Mau Terus Menunggu Anggaran Pemerintah, Warga di Lampung Timur Patungan Bangun Jalan Impian
      • Copyright © 2026 Powered by Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci,Vista Notebook   sitemap