Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi

    Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi

    Waktu: 2026-09-12 18:18:35 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati mengapresiasi dan mendukung peluncuran implementasi Biodiesel B50 yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi mewujudkan kemandirian energi nasional.

    Sari mengungkapkan kebijakan tersebut merupakan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya domestik.

    Menurutnya, implementasi Biodiesel B50 tidak hanya menjadi kebijakan di sektor energi, tetapi juga merupakan langkah yang berdampak terhadap penguatan industri nasional, peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit, pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, serta penciptaan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

    "Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran pemerintah atas komitmen dan keberanian dalam mempercepat implementasi Biodiesel B50. Ini merupakan kebijakan yang menunjukkan arah pembangunan nasional yang semakin berorientasi pada kemandirian, keberlanjutan, dan kepentingan nasional," ujar Sari dalam keterangannya, Sabtu .

    Lebih lanjut, Sari menjelaskan pemanfaatan energi berbasis biodiesel menjadi bukti Indonesia mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

    Sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang harus dimanfaatkan maksimal demi memperkuat posisi bangsa di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasar energi global.

    Sari menegaskan kebijakan Biodiesel B50 juga berdampak terhadap penghematan devisa negara. Dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar berbasis sawit, kebutuhan impor solar dapat ditekan secara signifikan sehingga memperkuat neraca perdagangan dan stabilitas ekonomi nasional.

    "Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, ketahanan energi menjadi salah satu fondasi utama kedaulatan negara. Karena itu, pengembangan biodiesel harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang bagi masa depan Indonesia," tegasnya.

    Sari juga mendorong agar implementasi Biodiesel B50 dilakukan secara bertahap dan terukur. Hal ini juga harus didukung kesiapan infrastruktur distribusi, peningkatan kualitas produk, penguatan riset dan inovasi teknologi, serta sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat.

    Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia melalui praktik tata kelola yang baik, peningkatan produktivitas petani, serta penerapan prinsip keberlanjutan agar biodiesel Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

    Sari menekankan DPR RI siap memberikan dukungan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar berbagai program strategis pemerintah di bidang energi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    "Kemandirian energi merupakan bagian dari cita-cita besar menuju Indonesia yang berdaulat, maju, dan berdaya saing. Implementasi Biodiesel B50 merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut. Kami di DPR RI akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia," pungkas Sari.

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Ada Barcode Lapor Anonim, Sekolah Bolehkan Siswa Laporkan Kekerasan hingga Peredaran Narkoba
    • Selanjutnya: Industri Masih Ekspansi, Tapi Penyerapan Tenaga Kerja Belum Ikut Tumbuh

      Artikel Terkait

      • 7 Fakta Anak Angkat Bunuh Ayah di Nganjuk, Dendam Pola Asuh Keras Sejak Kecil
      • Kemendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah Permudah MBR Akses Perumahan
      • MPLS Sekolah Rakyat, Mensos: Pastikan Aman-Nyaman, Tak Ada Perpeloncoan
      • Timur Tengah Mendidih, Arab Saudi Akan Beli Senjata AS Rp 33 T
      • 3.076 Satwa Liar Diamankan, Bakauheni Masih Jadi Jalur Rawan Penyelundupan
      • Kantong Parkir Ketandan di Kawasan Malioboro Ditutup Sementara, Dishub DIY Lakukan Penambahan Kapasitas
      • BYD M6 DM Catat Efisiensi 92 KM per Liter di Semarang, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM di Karakter Jalan Berbeda
      • Bug yang Ditemukan Bocah SD Boyolali di Sistem NASA Bisa Jadi Celah Penipuan, Begini Penjelasannya
      • 4 Jenis Alat Masak yang Paling Cocok untuk Kompor Listrik, Catat!
      • Gempa M 6,1 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut

        Lihat Sekilas

      • APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM
      • Warga Jepang Masih Percaya Takhayul, Rumah Angker Sulit Laku
      • Jelang Banyuwangi Ethno Carnival, Jumlah Wisatawan di Banyuwangi Membeludak
      • Yang Bikin Sekeluarga Gotong Paksa Tetangga di Gambir: Tersinggung Klakson
      • KPK Dalami Komunikasi Anggota BPK Bobby dan Angga Terkait Suap Audit Muara Enim
      • Taktik Jitu Timnas Voli Putra Indonesia Kalahkan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
      • Sejarah Candra Naya di Glodok, Pernah Jadi Sekolah hingga Tempat Kuliah
      • Yusril soal Tarif Rp 5 Juta untuk Lepas Status WNI: PNBP, Dipatuhi Saja
      • Forum Pemred Kecam Hotman soal 'Lu Punya Otak Nggak?': Sangat Tak Profesional
      • Kapan Manusia Pertama Kali Menyadari Ada Dinosaurus?
      • Copyright © 2026 Powered by Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi,Vista Notebook   sitemap