Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Meriah! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global

    Meriah! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global

    Waktu: 2026-07-29 17:09:06 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Parade Banyuwangi Ethno Carnival 2026 berlangsung meriah, hari ini. Deretan kostum spektakuler yang mengusung konsep fashion carnival kembali menunjukkan bagaimana kreativitas modern dapat berpadu harmonis dengan kekayaan budaya lokal.

    Kemeriahan BEC dibuka dengan penampilan beragam kesenian khas Banyuwangi. Mulai dari Kuntulan Ewon, Tari Seblang, Gandrung, Jaranan Butho, hingga barong yang ditampilkan secara kolosal. Rangkaian pertunjukan tersebut menghadirkan nuansa budaya Banyuwangi yang kental, sekaligus menjadi penegasan bahwa di tengah perkembangan dan kiprahnya di panggung dunia, Banyuwangi tetap menjadikan tradisi sebagai bagian penting dari identitasnya.

    "Globalisasi tidak boleh menyingkirkan budaya, tradisi dan nilai-nilai luhur yang terwariskan oleh nenek moyang kita. Justru kemajuan haruslah menjadi medium untuk terus melestarikan budaya kita," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam keterangan tertulis, Sabtu .

    Usai pertunjukan budaya, parade berlanjut dengan deretan kostum fashion carnival berkelas dunia. Setiap karya tampil dengan desain dan tata rias modern, namun tetap berakar pada inspirasi budaya lokal sehingga menghadirkan perpaduan yang megah sekaligus unik.

    Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri mengatakan nilai-nilai lokal harus tetap berdaulat di tengah kemajuan zaman. "BEC adalah etalase utama untuk menunjukkan keindahan budaya Banyuwangi di panggung dunia," pujinya.

    Mengusung tema Perang Bayu, menjadikan BEC 2026 tak hanya spektakuler, namun mengandung pesan historis yang kuat. Episode sejarah terpenting dalam derap kehidupan rakyat Blambangan itu menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan.

    Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Osing, Banyuwangi, Wiwin Indiarti menyebutkan Perang Bayu adalah salah satu perang penting melawan kolonialisme. Saat itu, Kerajaan Blambangan menunjukkan kegigihan yang luar biasa untuk menjaga kedaulatannya.

    "Nilai-nilai kegigihan perjuangan dalam Perang Bayu ini, harus direvitalisasi dengan baik. BEC menjadi titik awal yang baik untuk menggugah kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tanah air, budaya dan alam kita, sebagaimana dulu Rempeg Jogopati dan ribuan rakyat Blambangan rela mati demi kemerdekaan bangsa," tutur penulis alih bahasa Babad Tawangalun itu.

    Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival menyihir ribuan pasang mata penonton pada event yang telah memasuki tahun ke-14 itu. Ratusan talent dengan aneka kostum bertema 'Perang Bayu' memukau hadirin dan para wisatawan yang datang. Mereka berjalan di sepanjang 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani.

    Sebagai informasi, tahun ini BEC dihadiri oleh Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, serta beberapa tokoh nasional dari unsur pemerintahan pusat, DPR RI, petinggi BUMN, hingga swasta.BEC tahun ini juga disaksikan oleh delegasi perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit , serta anggota Pacific Islands Forum .

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Promo JSM Alfamart 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Sunco 2L Rp 43.900
    • Selanjutnya: KPK Dalami Komunikasi Anggota BPK Bobby dan Angga Terkait Suap Audit Muara Enim

      Artikel Terkait

      • Petinju Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Asia Tinju U19 & U23 2026
      • Presiden Argentina Umumkan Hari Libur Nasional Usai Kalah Piala Dunia
      • Nagita Slavina Cari Talenta Muda Berbakat dari Cabor Basket
      • 4 Tips Mix and Match Outfit Polkadot untuk Tampilan Chic dan Kekinian
      • Viral Kopdes Merah Putih Malang di Seberang Telaga, Kades Sebut Sengaja Diambil dari Sudut Tertentu
      • Momen Kapolda Riau dan Ojol-Mahasiswa Nobar Final Piala Dunia di Polda Riau
      • 7 Kecamatan di Subang Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipastikan Gagal Panen
      • Berjalan 2 Hari Pascalibur Sekolah, MBG di Jember Diwarnai Dugaan Keracunan, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
      • Persebaya Tutup HUT ke-99 dengan Tribute Emosional untuk Andie Peci dan Eri Irianto
      • Kronologi Bentrokan Pemuda di Kebumen dan Kebakaran Gudang J&T

        Lihat Sekilas

      • Ketum Dekopin: Baru di Era Presiden Prabowo Gerakan Koperasi Dapat Perhatian
      • Risiko Makan Telur Setengah Matang, Awas Ada Diare!
      • Perancis Takluk dari Spanyol, Kylian Mbappe dan Patrick Vieira Kritik Performa Tim
      • Jembatan dari Brimob untuk Mereka yang Terlupakan
      • Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
      • Militer China-Filipina Bentrok di Laut China Selatan, 1 Orang Luka
      • Kapasitas Menyusut 5,3 Juta Meter Kubik, Waduk Gondang Dikeruk demi Irigasi 10.588 Hektare Sawah
      • Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU LLAJ, Hak Kewajiban Ojol Diatur Terpisah
      • AS Alihkan 2 Kapal Komersial Coba Terobos Blokade Iran
      • Warga Diteror Tetangga hingga Pintu Rusak Sempat Dimediasi Sejak 2024
      • Copyright © 2026 Powered by Meriah! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global,Vista Notebook   sitemap