Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz

    Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz

    Waktu: 2026-07-29 17:11:39 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    KOMPAS.com – Irak dan Suriah menandatangani kesepakatan untuk membangun kembali jalur pipa minyak yang menghubungkan kedua negara.

    Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi jalur alternatif ekspor minyak selain melalui Selat Hormuz yang kerap dibayangi risiko geopolitik.

    Kesepakatan itu ditandatangani pada Jumat (18/7/2026) dalam pertemuan puncak Kamar Dagang di Washington, Amerika Serikat, yang membahas investasi AS di Irak. Penandatanganan disaksikan Menteri Energi AS Chris Wright.

    Perjanjian diteken CEO Basra Oil Company Bassem Abdul Karim Nasr dan CEO Syrian Petroleum Company Youssef Qablawi.

    "Ada begitu banyak ruang untuk mendorong peningkatan di Irak, meningkatkan produksi minyak, mengurangi ketergantungan pada negara tetangga yang bermusuhan, serta menghadirkan kebebasan, kemakmuran, dan energi yang melimpah bagi Irak," kata Wright sebelum penandatanganan.

    Kesepakatan itu bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi ke Amerika Serikat. Dalam lawatan tersebut, ia juga bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa.

    Pipa minyak yang akan dipulihkan membentang dari Kirkuk di Irak utara menuju pesisir Mediterania di Suriah.

    Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), jalur tersebut memiliki kapasitas nominal hingga 700.000 barel per hari.

    Pipa itu tidak lagi beroperasi sejak mengalami kerusakan saat invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003.

    Bagi Irak, proyek tersebut dinilai strategis karena negara itu selama ini sangat bergantung pada ekspor minyak melalui Pelabuhan Basra di Teluk Persia.

    Keterbatasan jalur ekspor alternatif membuat Irak rentan terhadap gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

    Sebagai produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Irak juga terdampak oleh terganggunya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

    Data OPEC menunjukkan produksi minyak Irak turun lebih dari 50 persen menjadi sekitar 1,9 juta barel per hari pada Juni dibandingkan sekitar 4,2 juta barel per hari pada Februari, sebelum konflik AS-Israel dengan Iran meningkat.

    Irak bukan satu-satunya negara yang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.

    Uni Emirat Arab tengah membangun jalur pipa kedua menuju Pelabuhan Fujairah di Teluk Oman yang akan menggandakan kapasitas ekspor minyak di luar jalur tersebut.

    Sementara itu, Arab Saudi juga dilaporkan mempertimbangkan penambahan kapasitas pipa minyak menuju Laut Merah sebesar 2 juta barel per hari.

    Meski demikian, sejumlah analis menilai pembangunan jalur pipa baru hanya mengurangi risiko gangguan di Selat Hormuz, tetapi belum menghilangkan ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan.

    Pendiri Rapidan Energy, Bob McNally, mengatakan ancaman utama bukan hanya berada di jalur pelayaran.

    "Masalahnya bukan jalur air. Iran dapat menggunakan senjata untuk menyerang fasilitas pemuatan, stasiun pemompaan, terminal, maupun fasilitas penyimpanan yang terhubung dengan jalur pipa tersebut," ujarnya.

    • Sebelumnya: Bangor Fest Vol. 4 Umumkan Line-up Hari Kedua, Ada Bernadya hingga Aldi Taher Gallagher
    • Selanjutnya: Ahli TPPU Beberkan Modus Perkara 3 Korupsi yang Jerat Febrie Adriansyah

      Artikel Terkait

      • Deretan Aksi Rasisme di Piala Dunia 2026, Suporter hingga Pemain Jadi Korban
      • Jangan Terburu-buru Hakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif
      • Mengapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk? Ini Penjelasan Psikoterapis
      • Aparat Gabungan Sisir Titik Rawan Pascabentrokan Warga 2 Desa di Flores Timur
      • Khephren Thuram Alami Masalah, Juventus Percepat Negosiasi Franck Kessie
      • Siswi SMP di Grobogan Trauma Berat karena Berkali-kali Diperkosa Ayah Kandung
      • Siapa Femas Yani Arianto? Sosok Pemuda Madiun yang Kabur Saat Tur Korea Selatan
      • Iran Lanjutkan Pembicaraan dengan Mediator untuk Cegah Eskalasi
      • Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
      • Keunggulan Teknis Mesin Hybrid di XForce HEV

        Lihat Sekilas

      • Menkop: Kopdes Merah Putih Bisa Kelola Tambang di Desa
      • Juara LCC Empat Pilar Papua, SMA YPPK Teruna Bakti Maju ke Tingkat Nasional
      • Jejak Pemain Barcelona Juara Piala Dunia, Siapa Berikutnya?
      • Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
      • Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Hari Ini: Final Spanyol Vs Argentina
      • Final Piala Dunia 2026: Pesan Rodri untuk Timnas Spanyol Jelang Hadapi Argentina
      • Tak Sekadar Naik Perahu, Wisatawan Bisa Mendengar Kisah Waduk Sermo dari Atas Kapal
      • Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya
      • Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
      • BPH Migas Kawal Upaya Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di SPBU Berangsur Terurai
      • Copyright © 2026 Powered by Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz,Vista Notebook   sitemap