Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Mensos Minta Pemda Aktif Perbarui DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

    Mensos Minta Pemda Aktif Perbarui DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

    Waktu: 2026-09-12 18:19:58 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Menteri Sosial , Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam proses pemutakhiran dan pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional .

    Ia menyebut pemerintah daerah di tingkat kota/kabupaten dan provinsi harus berperan aktif agar data yang digunakan untuk penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

    "Saya ingin menegaskan bahwa peran pemda sangat dibutuhkan, aktif pemutakhiran, aktif pemanfaatan, ikut verifikasi lapangan dan sosialisasi ke masyarakat. Tanpa pemda, pemutakhiran dan pemanfaatan DTSEN tidak bisa maksimal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin .

    Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri , Jakarta Pusat, hari ini. Rapat dipimpin oleh Mendagri, Tito Karnavian dan dihadiri oleh jajaran pemda secara daring, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wamendagri, Bima Arya.

    Gus Ipul mengungkapkan pemutakhiran DTSEN menunjukkan hasil positif dalam penyaluran bansos. Berdasarkan data, jelas dia, selama masa pengalihan bertahap pada Triwulan I 2025-Triwulan II 2026 membuat semua penerima bansos PKH dan sembako kini berada pada Desil 1-4, tidak ada lagi penerima bansos yang berada di luar Desil tersebut.

    "Ini bukti semakin nyata, semakin dimutakhirkan, tentu semakin tepat sasaran," urainya.

    Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan hingga 12 Juli 2026, usulan pemutakhiran DTSEN melalui Kemensos mencapai 20 juta lebih Keluarga Penerima Manfaat . Sebanyak 5,5 juta KPM di antaranya melalui pemda.

    "Khusus yang terbesar ini Jawa Barat, Jawa Tengah, disusul kemudian Jawa Timur. Dan Kota Bekasi menjadi kota yang paling aktif . Ini contoh yang harus kita dorong merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota," ungkap Gus Ipul.

    Ada dua jalur proses pemutakhiran DTSEN, yakni melalui jalur formal dan partisipasi. Jalur formal dimulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, pemda, dinsos, hingga Kemensos dan diteruskan ke BPS. Jalur ini menggunakan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation Kemensos yang telah terhubung dengan dinas sosial kabupaten/kota dan provinsi, Kemensos, serta DTSEN yang dikelola langsung oleh BPS.

    Aplikasi SIKS-NG dioperasikan oleh operator-operator di tingkat desa dan dinsos. "Inilah kanal resmi dimana tentu kita harapkan kontribusi pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk benar-benar bisa terlibat dalam pemutakhiran ini. Jalur formal ini sangat strategis dan ini harus kita dorong terus," jelas Gus Ipul.

    Atas capaian ini, Gus Ipul juga berterimakasih pada Kemendagri dan BPS yang selama ini telah memberi dukungan kepada pemerintah daerah beserta Kemensos dalam pemutakhiran DTSEN.

    Sementara itu, dalam arahannya, Tito juga mendorong pemda terlibat aktif dalam proses pemutakhiran DTSEN, sehingga data yang dimiliki lebih akurat.

    "Kita minta pemda untuk aktif terlibat agar datanya lebih akurat dan bisa digunakan, baik oleh pemerintah pusat untuk bansos maupun juga untuk pemerintah daerah sendiri," kata Tito.

    • Sebelumnya: Ketum Dekopin Bantah Anggapan Koperasi Kuno: Real Madrid Dikelola Koperasi
    • Selanjutnya: Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan Kosong Bekasi, Polisi Buru Pelaku

      Artikel Terkait

      • Brimob Polda Metro Gagalkan Aksi Vandalisme Fasilitas Umum di Jaktim
      • Kalender Jawa 20-26 Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Neptu Sepekan
      • Herdman Sebut Ujian Terberat Timnas Indonesia di Piala AFF
      • Presiden LaLiga Konfirmasi Barcelona Kembali ke Aturan Rasio 1:1
      • Korban Tewas Tabrakan Beruntun 9 Kendaraan di Sibolangit Jadi 4 Orang
      • Viral Kepala SPPG di Lampung Pamer Tumpukan Uang, KPPG Minta Klarifikasi
      • Kalender Jawa 20-26 Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Neptu Sepekan
      • Mobil Oleng Tabrak 'Pantat' Truk di Tol Singosari-Surabaya, 5 Orang Tewas
      • Dulu Haram, Kini "PNS" di AS Boleh Instal TikTok Lagi
      • Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Telur Cokelat dan Telur Putih

        Lihat Sekilas

      • Perluas Pasar, Produsen Pelumas Rangkul Bengkel Lokal
      • Pelajar Indonesia Gelar Konferensi Internasional di Australia, Ini Tujuannya
      • Tanggal 18 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
      • Berbekal Pelatihan BRI Peduli, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut
      • 2 Tahun Dipasung dengan Rantai, Remaja 13 Tahun di Jember Dievakuasi Dinsos Jatim
      • Begini Cara BRI Permudah Layanan Keuangan WNI di Taiwan
      • Penarikan Manfaat JHT BPJS Ketenagakeraan Bisa Kena Pajak Progresif, Simak Aturannya
      • Hari Anak Nasional 2026, Kemensos Gelar Tebus Ijazah hingga Khitanan Massa
      • 4 Hari Bertahan di Laut, Bocah Korban KM Nurul Salsa Saksikan Ibunya Meninggal di Atas Pelampung
      • Tolak Pesangon Dicicil 10 Kali, Korban PHK Massal PT SGS Jombang Dirikan Tenda Protes di Depan Disnaker
      • Copyright © 2026 Powered by Mensos Minta Pemda Aktif Perbarui DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran,Vista Notebook   sitemap