Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Mobilitas Penumpang Kereta Meningkat

    Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Mobilitas Penumpang Kereta Meningkat

    Waktu: 2026-09-12 18:18:38 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur, mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur akhir pekan yang bertepatan dengan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026.

    Dari Jumat (17/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026), total pelanggan yang berangkat maupun datang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mencapai 47.797 penumpang.

    Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, termasuk tujuan utama perjalanan masyarakat pada periode tersebut. Tercatat sebanyak 12.527 penumpang tiba di berbagai stasiun di Kabupaten Banyuwangi, sedangkan 12.047 penumpang berangkat dari wilayah tersebut.

    Dengan demikian, total mobilitas penumpang yang datang dan berangkat di Kabupaten Banyuwangi mencapai 24.574 penumpang selama tiga hari atau berkontribusi lebih dari 50 persen dari total penumpang di Daop 9 Jember.

    Mobilitas tinggi jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026

    Stasiun Banyuwangi Kota layani 11.150 penumpang

    Suasana naik turun penumpang KA Logawa di Stasiun Jember. Mobilitas penumpang kereta di Jawa Timur tinggi selama libur akhir pekan yang bertepatan dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026.Dok. KAI Daop 9 Jember Suasana naik turun penumpang KA Logawa di Stasiun Jember. Mobilitas penumpang kereta di Jawa Timur tinggi selama libur akhir pekan yang bertepatan dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026.

    Dua stasiun dengan aktivitas pelanggan tertinggi di Kabupaten Banyuwangi adalah Stasiun Banyuwangi Kota yang melayani 11.150 penumpang, serta Stasiun Ketapang dengan 10.055 penumpang.

    Tingginya aktivitas di kedua stasiun tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat yang memanfaatkan transportasi kereta api untuk menghadiri berbagai agenda di Banyuwangi, atau melakukan perjalanan wisata dan silaturahmi pada akhir pekan.

    Manager Hukum dan Humas PT KAI (Persero) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, meningkatnya jumlah pelanggan pada periode ini tidak terlepas dari adanya berbagai agenda pariwisata yang berlangsung di Banyuwangi, salah satunya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, yang setiap tahunnya menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah.

    "Momentum penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival memberikan dampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan sehingga banyak pelanggan memilih menggunakan layanan KAI untuk menuju Banyuwangi maupun kembali ke daerah asalnya," kata Cahyo.

    Mobilitas penumpang kereta di Jawa Timur tinggi selama libur akhir pekan yang bertepatan dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026.Dok. PEMKAB BANYUWANGI Mobilitas penumpang kereta di Jawa Timur tinggi selama libur akhir pekan yang bertepatan dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026.

    Menurut Cahyo, KAI Daop 9 Jember terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal selama berlangsungnya berbagai agenda nasional maupun daerah.

    Selain memastikan kesiapan operasional perjalanan kereta api, KAI juga mengoptimalkan pelayanan di stasiun agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.

    KAI Daop 9 Jember juga mengimbau seluruh pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang ke stasiun lebih awal, serta memastikan kembali jadwal keberangkatan dan data pada tiket telah sesuai dengan identitas yang digunakan.

    "Pelanggan juga diharapkan menjaga barang bawaan pribadi, mematuhi seluruh ketentuan selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta api, serta mengikuti arahan petugas demi terciptanya perjalanan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa," tutur dia.

    • Sebelumnya: Kasus Pengeroyokan Ojol di Samarinda Berakhir Damai, Korban Terima Ganti Pengobatan Rp 10 Juta
    • Selanjutnya: Air PAM Mati, Apakah Pelanggan Berhak Dapat Kompensasi?

      Artikel Terkait

      • Bahan Bakar Minyak Sempat Langka di Medan, Elnusa Petrofin Kerahkan 176 Mobil Tangki
      • Rahasia Tubuh Bugar Kylian Mbappe, dari Pola Makan hingga Latihan
      • Hidup Dikepung Dampak Beracun TPA Jatiwaringin
      • Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Pastikan MBG Berjalan Lancar
      • BGN Bayar Pengadaan Motor Listrik Rp 243 M, tapi Belum Jadi Aset, Masih Diselidiki Kejaksaan
      • PDIP Surati BGN Minta Data Kader Terlibat Proyek MBG
      • Jelang HUT Ke-81 RI, Jalur Terdampak Bencana Sumatera Mulai Pulih
      • Bug yang Ditemukan Bocah SD Boyolali di Sistem NASA Bisa Jadi Celah Penipuan, Begini Penjelasannya
      • Menkop: Kopdes Merah Putih Bisa Kelola Tambang di Desa
      • Reza Arap Kenang Memori Terindah Bersama Lula Lahfah di Syuting Harusnya Horror

        Lihat Sekilas

      • Ilmuwan Teliti Manusia Berusia 100 Tahun Selama 5 Dekade, Ini Rahasia Umur Panjang
      • Hotman: Rumah Sentul Bukan Milik Febrie, Dikuasai Don Ritto Sejak 2022
      • Fakta Baru Kasus Pengadaan Buah MBG Rp 170 Juta, Dua Pihak Merasa Dirugikan
      • Anggota Komisi IX DPR Minta Kebijakan MBG Wajib Terdokumentasi, Bukan Instruksi Verbal
      • Banyuwangi Ethno Carnival Bangkitkan UMKM, Nilai Transaksi Capai Rp 1,22 Miliar
      • Lagi Cari Kayu, Warga Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan
      • Kronologi Tabrakan Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR
      • Polisi Kawal Konflik Reklamasi Pelabuhan Bojonegara, Minta Semua Cari Solusi
      • Promo JSM Alfamart Periode 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Hemat Mulai Rp 30.000-an
      • Ramai Soal Stiker Retribusi Pemanfaatan RTHP di Yogyakarta, DLH Mengaku Tak Tahu Siapa Penempelnya
      • Copyright © 2026 Powered by Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Mobilitas Penumpang Kereta Meningkat,Vista Notebook   sitemap