Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Akuisisi Kredit Pensiun SMBC Indonesia, BTN Kedatangan 344.600 Nasabah Baru

    Akuisisi Kredit Pensiun SMBC Indonesia, BTN Kedatangan 344.600 Nasabah Baru

    Waktu: 2026-07-29 16:17:25 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membidik perluasan basis nasabah dari akuisisi portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai Rp 19,93 triliun.

    Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, dari aksi korporasi ini pihaknya akan mendapatkan sekitar 344.600 nasabah baru.

    "Akuisisi ini akan memperluas basis nasabah BTN menjadi 344.600 nasabah baru join ke BTN," ujarnya saat paparan kinerja di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

    Dengan perluasan basis nasabah ini, membuka peluang bagi BTN untuk menawarkan berbagai produk kepada nasabah baru, mulai dari aplikasi Bale by BTN, layanan payroll, penghimpunan dana, hingga produk dan layanan perbankan lainnya.

    Akuisisi tersebut juga memperkuat komposisi portofolio kredit non-perumahan BTN sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru dengan profil imbal hasil yang lebih tinggi dan risiko yang tetap terjaga.

    Seluruh portofolio yang diakuisisi merupakan kredit berkualitas (performing loan), sehingga mendukung perbaikan kualitas aset Perseroan dan memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas.

    "Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan juga mendorong pertumbuhan kita jauh lebih baik ke depannya," ucapnya.

    Melalui strategi pertumbuhan anorganik tersebut, BTN menargetkan porsi kredit non-perumahan meningkat secara bertahap hingga sekitar 30 persen dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan.

    Lebih lanjut Nixon mengungkapkan, Akuisisi tersebut dilakukan dalam dua tahap. Saat ini BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia senilai sekitar Rp 12,58 triliun pada 29 Juni 2026.

    Pada tahap pertama ini, akuisisi dilakukan Melalui transaksi Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dimana BTN mengambil alih portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan yang manfaat pensiunnya dikelola PT Taspen (Persero).

    Selanjutnya, perseroan akan melanjutkan akuisisi tahap kedua pada awal Agustus 2026 dengan nilai transaksi sekitar Rp 7,3 triliun.

    Pada tahap kedua ini, akuisisi dilakukan melalui Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) dimana mengakuisisi aset pinjaman terkait pensiunan PT Asabri (Persero), dana pensiun lainnya, serta kredit karyawan aktif BUMN dan lembaga pemerintahan.

    Dengan rampungnya kedua tahap tersebut, total nilai akuisisi mencapai sekitar Rp 19,93 triliun. ADapun penandatanganan CPTA dan CLATA telah dilakukan pada 22 Mei 2026.

    Nixon mengungkapkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan anorganik yang dijalankan BTN untuk memperkuat bisnis di luar pembiayaan perumahan (beyond mortgage).

    "Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun. Langkah ini juga akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang," tuturnya.

    • Sebelumnya: Dulu Haram, Kini "PNS" di AS Boleh Instal TikTok Lagi
    • Selanjutnya: Geger Wanita Ditemukan Tinggal Kerangka di Sukabumi Ternyata Korban Pembunuhan

      Artikel Terkait

      • Tak Hanya Stasiun Besar, Turis Asing Kini Naik Kereta dari Stasiun Kecil
      • Anak Sayuti Melik Dibawa ke STPL Bekasi, Mensos: Kita Didampingi, Nanti Akan Dibantu
      • Wapres AS Blak-blakan, Sebut Epstein Punya Koneksi ke Mossad dan CIA
      • KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda Diamankan Polisi
      • Adukan Anggota Pansus Hak Angket DPRD, Masyarakat Gowa Diperiksa Bareskrim
      • Pemerintah Buka Opsi Penerima MBG Hanya dari Desil Bawah
      • Siap Produksi, Ini Bocoran Paten Honda V3R Pakai Supercharger
      • Kunjungi Padang, Dedi Mulyadi Pilih Naik Taksi Dibanding Mobil Dinas
      • Santri Korban Kebakaran Ponpes di Lombok Tengah Mengaku Siap Sekolah Lagi
      • [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Kerusuhan di Paris usai Laga Perancis Vs Maroko

        Lihat Sekilas

      • Pembebasan Lahan Bendungan Bagong di Trenggalek Capai 97,75 Persen, Sisa 41 Bidang
      • Jaga Kondusivitas, Baliho HUT Sukoharjo Dipasang Tanpa Gambar Wajah Kepala Daerah
      • Temuan Mortir di Gudang Rongsokan Gegerkan Warga Malang, Tim Gegana Turun Tangan
      • 3 Hal Paling Dinantikan dari A Shop For Killers 2
      • KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda Diamankan Polisi
      • BGN Bayar Pengadaan Motor Listrik Rp 243 M, tapi Belum Jadi Aset, Masih Diselidiki Kejaksaan
      • KPK Sebut Mahalnya Ongkos Politik Jadi Pemicu Korupsi Kepala Daerah
      • BUMN BKI Buka Lowongan Kerja hingga 7 Agustus 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
      • Viral Sopir Pikap Dipergoki Mau Buang Limbah Tulang ke Kali Cisadane Bogor
      • Jangan Anggap Sepele, Ini Penyebab Keyless Mobil Cepat Rusak
      • Copyright © 2026 Powered by Akuisisi Kredit Pensiun SMBC Indonesia, BTN Kedatangan 344.600 Nasabah Baru,Vista Notebook   sitemap