Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik

    BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik

    Waktu: 2026-07-29 17:11:41 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    ‎Papua dinilai sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di Indonesia dengan tingkat endemisitas yang sangat tinggi.

    Kekayaan biodiversitas tersebut dinilai perlu menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan agar tidak mengorbankan ekosistem yang bernilai penting bagi Indonesia maupun dunia.

    Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andes Hamuraby Rozak, mengatakan Papua masih menyimpan potensi biodiversitas yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap melalui penelitian.

    "Ini merupakan karunia dan kita masih sangat jarang melakukan pengungkapan di Papua. Karena itu, kami memprediksi Papua menjadi salah satu pusat biodiversitas di Indonesia," ujar Andes dalam media gathering di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

    Temuan tersebut tertuang dalam laporan Status Keanekaragaman Hayati untuk Ekoregion Papua.

    Laporan itu mencatat sedikitnya terdapat 7.994 spesies tumbuhan dan jamur makro di Papua. Sementara itu, jumlah fauna yang telah teridentifikasi mencapai 7.179 spesies, terdiri atas 703 jenis burung, 250 mamalia, 413 reptil, 151 amfibi, 444 ikan air tawar, serta 5.062 spesies serangga. Dari seluruh fauna tersebut, sedikitnya 577 spesies merupakan satwa endemik.

    Senior Vice President and Executive Chair Konservasi Indonesia (KI), Meizani Irmadhiany, mengatakan kekayaan biodiversitas Papua tidak hanya terdapat di kawasan daratan, tetapi juga mencakup ekosistem perairan tawar, pesisir, hingga laut.

    Menurut dia, pengelolaan keanekaragaman hayati di Papua perlu dilakukan dengan pendekatan berbasis ekoregion agar mampu menjaga keterkaitan antarekosistem sekaligus memperhatikan keberadaan masyarakat adat dan keragaman budaya setempat.

    Meizani menambahkan, kawasan Coral Triangle di Papua, termasuk Raja Ampat, merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.

    "Raja Ampat menjadi habitat sebagian besar terumbu karang di Indonesia. Ekosistem ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan merupakan salah satu terumbu karang paling tangguh di dunia. Ini adalah warisan bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia," ujarnya.

    Risiko mengintai

    Meski memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi, BRIN mengidentifikasi sejumlah ancaman terhadap ekosistem Papua.

    Ancaman tersebut meliputi pembukaan jalan yang meningkatkan akses perburuan satwa liar, pemutihan terumbu karang, pencemaran wilayah pesisir, hingga deforestasi dan alih fungsi lahan untuk hutan tanaman industri (HTI), perkebunan kelapa sawit, maupun pertambangan.

    Andes mengatakan laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam memitigasi berbagai risiko tersebut sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pembangunan.

    Menurut dia, ilmu pengetahuan perlu menjadi landasan dalam mencari keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan keanekaragaman hayati.

    "Sains berperan untuk memitigasi risiko tersebut. Keputusan akhirnya tentu merupakan kompromi antara sains dan kepentingan nasional agar kepentingan jangka pendek dan jangka panjang dapat berjalan seimbang, dengan harapan keanekaragaman hayati tetap terjaga," kata Andes.

    Senada, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Inge Retnowati, menilai data biodiversitas Papua merupakan pijakan penting untuk memperkuat perlindungan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi.

    Menurut Inge, informasi ilmiah tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan agar tidak mengabaikan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati.

    "Jangan sampai dorongan pembangunan membuat nilai keanekaragaman hayati dianggap tidak penting. Informasi seperti ini sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan," ujar Inge.

    • Sebelumnya: Mendes Yandri Pastikan KDKMP Tak Matikan UMKM dan Warung di Desa
    • Selanjutnya: Trump Tuntut Bayaran Usai Klaim AS Jaga Selat Hormuz

      Artikel Terkait

      • Hotman Paris: Tak Ada Penahanan Febrie Adriansyah Hari Ini
      • Trump Raup Rp 17,9 Triliun dari Kripto dalam Setahun, Termasuk dari Koin Meme
      • TNI AD Beri Perawatan dan Pendampingan Medis ke Korban Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
      • Kronologi Bus Sinar Jaya Terguling di Brebes, Hantam Jembatan lalu Tabrak Truk
      • Ketum Dekopin Bantah Anggapan Koperasi Kuno: Real Madrid Dikelola Koperasi
      • Zulhas Janji KDKMP Bakal Serap Hasil Panen: Tidak Boleh Petani Dirugikan
      • KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong
      • Karhutla 17 Hari di Kotim, BPBD Kini Fokus Putus Rambatan Api
      • Pabrik Sandal Porto di Karanganyar Terbakar, Asap Hitam Membubung Tinggi
      • Salah Injak Pedal, Mobil BYD Tabrak Dinding Kaca Gedung di SCBD

        Lihat Sekilas

      • Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri
      • Simak! Rekayasa Lalin di Pekanbaru Saat Riau Bhayangkara Run 2026 Besok
      • Pegawai Kemenag Mamuju Ditemukan Meninggal di Belakang Rumahnya
      • [POPULER GLOBAL] Pentagon Cemas Perang Iran Meluas | Spanyol Juara Piala Dunia
      • Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Diduga Terima Duit dari Sejumlah Proyek
      • Viral Pemotor Tak Pakai Helm Nyelonong Masuk Tol Jagorawi
      • 2 Jambret Bersajam Sasar Lansia di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Ditangkap
      • Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik
      • Prediksi Line Up Spanyol vs Argentina, Duel Yamal Lawan Messi
      • Rekap Hasil Japan Open 2026: 4 Wakil Indonesia Maju ke Perempat Final
      • Copyright © 2026 Powered by BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik,Vista Notebook   sitemap