Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli

    Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli

    Waktu: 2026-07-29 16:18:41 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    KOMPAS.com – Tumbuh kembang anak Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan akses terhadap tenaga kesehatan, kesenjangan kemampuan belajar, hingga derasnya arus informasi yang belum tentu berbasis sains menjadi pekerjaan rumah yang perlu dihadapi bersama.

    Data dari Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan yang dikutip Kompas.com menyebut bahwa rasio dokter spesialis anak di Indonesia baru sekitar 0,02 per 1.000 anak.

    Sementara itu, rasio dokter spesialis gizi klinik dan psikolog juga masih terbatas, masing-masing sekitar 0,002 dan 0,01 per 1.000 penduduk. Kondisi tersebut membuat tidak semua keluarga memiliki akses yang memadai terhadap pendampingan tumbuh kembang anak.

    Di bidang pendidikan, tantangan juga masih terlihat. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan 74,5 persen remaja usia 15 tahun di Indonesia belum mencapai kemampuan membaca minimum. Sementara itu, rata-rata nilai matematika siswa SD dan SMP pada National TKA 2026 masih berada di angka 40 dari skala 100.

    Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa upaya mendukung tumbuh kembang anak tidak dapat hanya mengandalkan satu profesi atau satu sektor. Diperlukan kolaborasi lintas disiplin agar layanan, edukasi, dan informasi berbasis sains dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia.

    Berangkat dari kebutuhan tersebut, platform parenting dan kesehatan anak Tentang Anak selama enam tahun terakhir membangun kolaborasi dengan dokter spesialis anak, psikolog, ahli gizi, serta berbagai pakar dari beragam disiplin ilmu.

    Kolaborasi itu diwujudkan melalui penyediaan konten edukasi, layanan konsultasi, riset, hingga pengembangan inovasi berbasis bukti ilmiah yang lebih mudah diakses masyarakat.

    Hingga kini, kolaborasi tersebut telah menghasilkan lebih dari 10.000 konten edukasi berbasis bukti yang menjangkau sekitar 59 juta masyarakat di Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Bersama para ahli, Tentang Anak juga mengembangkan lebih dari 20 riset kolaboratif yang dipresentasikan dalam berbagai forum ilmiah nasional maupun internasional.

    Founder & CEO Tentang Anak dr Mesty Ariotedjo, SpA, MPH, mengatakan, tantangan tumbuh kembang anak hanya dapat diatasi melalui sinergi berbagai pihak yang memiliki keahlian berbeda.

    "Tidak ada satu orang atau satu profesi yang bisa menjawab seluruh tantangan tumbuh kembang anak. Perubahan hanya bisa terjadi ketika banyak pihak dengan keahlian yang berbeda memilih berjalan bersama," ujar Mesty dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/7/2026).

    Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pakar tersebut, Tentang Anak menggelar Tentang Anak Expert Awards 2026, Selasa (14/7/2026). Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan enam tahun Tentang Anak sekaligus momentum untuk merayakan Hari Anak Nasional dengan memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

    Advisor Tentang Anak Prof Dr dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K), menilai bahwa kolaborasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak.

    "Tetap ingat anak-anak Indonesia. (Sebab), kita tidak bisa mencapai sesuatu yang besar sendirian," katanya.

    Senada, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengatakan, kreativitas dan inovasi diperlukan agar manfaat ilmu pengetahuan dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia.

    Melalui kolaborasi lintas profesi, edukasi berbasis sains diharapkan semakin mudah diakses masyarakat sehingga lebih banyak anak Indonesia dapat tumbuh sehat, belajar optimal, dan mengembangkan potensinya menuju Indonesia Emas 2045.

    • Sebelumnya: Respons Pengacara soal Roy Suryo Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik
    • Selanjutnya: Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo: Ini Alasan Pemilihannya dan Solusi Disdukcapil

      Artikel Terkait

      • Umur Pendek Ancaman Trump soal Tarif 20% di Selat Hormuz
      • Sederet Masalah Ponpes Manjung Wonogiri: Dari Overkapasitas, Kasus Bullying hingga Pendiri Tersangka Pelecehan
      • Polri Libatkan Secret Service Cek Keaslian Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah
      • Pingsan di Ketinggian 2.200 Mdpl, Pendaki Gunung Agung Bali Ditandu Turun
      • Kejagung Tegaskan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Tersangka
      • AS Bombardir Iran 9 Malam Berturut-turut, Khamenei Tegaskan Gencatan Senjata Batal
      • Guru Gen Z di Malang Manfaatkan Instagram untuk Promosi Sekolah
      • Prabowo Bicara Pangkas Anggaran Pertahanan, Legislator: APBN untuk Rakyat
      • 6 Cara Alami Menghilangkan Mata Bengkak, Bisa Dicoba di Rumah
      • Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi

        Lihat Sekilas

      • Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah
      • Kronologi Petugas Bongkar Bagasi Bus DAMRI di Bakauheni, Temukan 977 Burung Liar Tanpa Dokumen
      • Rabiot Murka usai Perancis Dilumat Inggris, Murka dengan Perilaku Rekan Setim
      • Serukan Perang ke Pengemplang Pajak, Menkeu Jerman: Orang Jujur Tak Boleh Dianggap Bodoh
      • Update Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026: Spanyol Teratas, Norwegia Naik Paling Drastis
      • Polisi Usut Penyebab KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Korban Masih Berlanjut
      • Polri Libatkan Secret Service Cek Keaslian Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah
      • Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri
      • Pemkab Purwakarta Pastikan Gaji 4.200 PPPK Aman meski Fiskal Daerah Tertekan
      • Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai Kementerian PU, Dosen UGM Kirim Somasi
      • Copyright © 2026 Powered by Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli,Vista Notebook   sitemap