Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli

    Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli

    Waktu: 2026-09-12 17:41:38 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    KOMPAS.com – Tumbuh kembang anak Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan akses terhadap tenaga kesehatan, kesenjangan kemampuan belajar, hingga derasnya arus informasi yang belum tentu berbasis sains menjadi pekerjaan rumah yang perlu dihadapi bersama.

    Data dari Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan yang dikutip Kompas.com menyebut bahwa rasio dokter spesialis anak di Indonesia baru sekitar 0,02 per 1.000 anak.

    Sementara itu, rasio dokter spesialis gizi klinik dan psikolog juga masih terbatas, masing-masing sekitar 0,002 dan 0,01 per 1.000 penduduk. Kondisi tersebut membuat tidak semua keluarga memiliki akses yang memadai terhadap pendampingan tumbuh kembang anak.

    Di bidang pendidikan, tantangan juga masih terlihat. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan 74,5 persen remaja usia 15 tahun di Indonesia belum mencapai kemampuan membaca minimum. Sementara itu, rata-rata nilai matematika siswa SD dan SMP pada National TKA 2026 masih berada di angka 40 dari skala 100.

    Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa upaya mendukung tumbuh kembang anak tidak dapat hanya mengandalkan satu profesi atau satu sektor. Diperlukan kolaborasi lintas disiplin agar layanan, edukasi, dan informasi berbasis sains dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia.

    Berangkat dari kebutuhan tersebut, platform parenting dan kesehatan anak Tentang Anak selama enam tahun terakhir membangun kolaborasi dengan dokter spesialis anak, psikolog, ahli gizi, serta berbagai pakar dari beragam disiplin ilmu.

    Kolaborasi itu diwujudkan melalui penyediaan konten edukasi, layanan konsultasi, riset, hingga pengembangan inovasi berbasis bukti ilmiah yang lebih mudah diakses masyarakat.

    Hingga kini, kolaborasi tersebut telah menghasilkan lebih dari 10.000 konten edukasi berbasis bukti yang menjangkau sekitar 59 juta masyarakat di Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Bersama para ahli, Tentang Anak juga mengembangkan lebih dari 20 riset kolaboratif yang dipresentasikan dalam berbagai forum ilmiah nasional maupun internasional.

    Founder & CEO Tentang Anak dr Mesty Ariotedjo, SpA, MPH, mengatakan, tantangan tumbuh kembang anak hanya dapat diatasi melalui sinergi berbagai pihak yang memiliki keahlian berbeda.

    "Tidak ada satu orang atau satu profesi yang bisa menjawab seluruh tantangan tumbuh kembang anak. Perubahan hanya bisa terjadi ketika banyak pihak dengan keahlian yang berbeda memilih berjalan bersama," ujar Mesty dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/7/2026).

    Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pakar tersebut, Tentang Anak menggelar Tentang Anak Expert Awards 2026, Selasa (14/7/2026). Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan enam tahun Tentang Anak sekaligus momentum untuk merayakan Hari Anak Nasional dengan memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

    Advisor Tentang Anak Prof Dr dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K), menilai bahwa kolaborasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak.

    "Tetap ingat anak-anak Indonesia. (Sebab), kita tidak bisa mencapai sesuatu yang besar sendirian," katanya.

    Senada, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengatakan, kreativitas dan inovasi diperlukan agar manfaat ilmu pengetahuan dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia.

    Melalui kolaborasi lintas profesi, edukasi berbasis sains diharapkan semakin mudah diakses masyarakat sehingga lebih banyak anak Indonesia dapat tumbuh sehat, belajar optimal, dan mengembangkan potensinya menuju Indonesia Emas 2045.

    • Sebelumnya: KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong
    • Selanjutnya: Anggaran Bangun Ulang JPO Tendean Belum Ada, Pramono Cari Dana CSR hingga KLB

      Artikel Terkait

      • KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Pajak Banjarmasin
      • Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa
      • Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
      • 10 Tahun HBC Purwakarta, dari Komunitas Jadi Keluarga Besar
      • Mendiktisaintek: Gaji Awal Dosen Memang Rendah, Makin Terasa Cekak di Awal Tahun
      • Rahasia Tubuh Bugar Kylian Mbappe, dari Pola Makan hingga Latihan
      • Viral Perundungan Siswi SD di Lampung Timur, Diduga Dipicu Saling Ejek
      • Bos Perusahaan Kirim Pesan Minta Maaf ke Istri Sebelum Akhiri Hidup di Hotel Jaksel
      • Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara
      • Satpol PP Tegur TikToker yang Ngonten Jual Miras di Taman Mataram Jaksel

        Lihat Sekilas

      • Iran Batalkan Ujian Akhir SMA gegara Serangan AS
      • Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi
      • Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Eri Cahyadi Sebut Sudah Siap
      • China Kebut Ambisi AI, Targetkan Jadi Nomor Satu Dunia Lima Tahun Lagi
      • Komisi I DPR-Kemhan Bahas Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
      • Taylor Swift dan Coldplay Pernah Konser di MetLife Stadium, Venue Final Piala Dunia
      • 7 Arahan dan Evaluasi Prabowo Jelang 2 Tahun Masa Pemerintahan
      • Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Eri Cahyadi Sebut Sudah Siap
      • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Jember, Satgas Selidiki Penyebabnya
      • Tanggal 18 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
      • Copyright © 2026 Powered by Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli,Vista Notebook   sitemap