Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun

    Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun

    Waktu: 2026-07-29 16:19:21 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat kelompok usia 25-40 tahun menjadi penyumbang terbesar kasus HIV di wilayah tersebut. Dari total 7.182 orang dengan HIV (ODHIV) yang telah ditemukan, sebanyak 3.767 orang berada pada rentang usia produktif.

    Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Rahmi Alfiyanti Nisaul Khoirot, menyebut, dari data menunjukkan bahwa sebanyak 4.518 ODHIV merupakan warga Kabupaten Sidoarjo, sedangkan 2.664 lainnya berasal dari luar daerah yang menjalani layanan kesehatan di kabupaten tersebut.

    Selain kelompok usia produktif, Dinkes mencatat 999 kasus pada usia 18-24 tahun, 2.240 kasus pada usia di atas 50 tahun, 116 kasus usia 0-10 tahun, dan 60 kasus usia 11-17 tahun.

    "Kalau dilihat dari kelompok umur, paling tinggi memang usia 25 sampai 40 tahun. Jumlahnya mencapai 3.767 orang. Ini merupakan kelompok usia produktif," kata Rahmi, Jumat (17/7/2026).

    Selain berdasarkan kelompok umur, Dinkes mencatat kasus HIV masih didominasi laki-laki. Sebanyak 4.593 ODHIV berjenis kelamin laki-laki, sedangkan perempuan mencapai 2.589 orang. Dari seluruh kasus yang ditemukan, sebanyak 4.782 ODHIV hingga kini nyatakan masih hidup.

    "Yang menjadi perhatian kami adalah kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Terapi ARV harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kondisi ODHIV tetap terkontrol," ujar Rahmi.

    Dinkes mencatat 3.064 ODHIV masih menjalani terapi antiretroviral (ARV). Sementara itu, 1.708 orang masuk kategori lost to follow up (LFU) atau tidak lagi melanjutkan pemantauan dan pengobatan secara rutin.

    Selain itu, sebanyak 1.718 ODHIV telah meninggal dunia dan 692 lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain untuk melanjutkan pelayanan.

    Rahmi menilai, kepatuhan menjalani terapi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas hidup ODHIV sekaligus menekan risiko penularan HIV.

    "Terapi ARV harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kondisi ODHIV tetap terkontrol," katanya.

    Berdasarkan kelompok populasi yang teridentifikasi, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) menjadi kelompok terbanyak dengan 1.193 kasus.

    Disusul pelanggan penjaja seksual sebanyak 535 orang, pasien tuberkulosis (TB) 468 orang, pasangan ODHIV 445 orang, pasangan berisiko tinggi 397 orang, wanita pekerja seks (WPS) 204 orang, dan ibu hamil 200 orang.

    Dinkes juga mencatat 90 warga binaan pemasyarakatan, 73 waria, 51 pengguna narkotika suntik, masing-masing 35 calon pengantin dan anak ODHIV, 29 pasien infeksi menular seksual, serta enam pasien hepatitis.

    "Selain itu, masih ada sebanyak 3.427 kasus lainnya belum teridentifikasi berdasarkan kelompok populasi risiko," ungkapnya.

    Rahmi mengatakan, Dinkes terus mendorong deteksi dini pada kelompok berisiko agar kasus dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapat penanganan. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kepatuhan menjalani terapi ARV sebagai bagian dari pengendalian HIV di Kabupaten Sidoarjo.

    • Sebelumnya: Ini Jadwal Pengiriman Motor Listrik VinFast di Indonesia
    • Selanjutnya: Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 Dosen

      Artikel Terkait

      • Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh "Pion"
      • Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz
      • Instagram Down Global, Pengguna di Indonesia Keluhkan Gagal Upload IG Story
      • Iran Akui Salah Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz
      • Lalu Lintas Jakarta Pagi Ini: Contraflow Berlaku di Tol Dalam Kota dan Tol Janger
      • Dishub Bakal Tindak Sopir Angkot di Bogor yang Hapus Tanda 'Angkot Tua'
      • Bertemu Kajati, Kapolda Riau Tegaskan Polri-TNI-Jaksa Solid
      • Kepala Satuan Pelayanan Mendadak Hilang Usai Pamit Shalat, Dapur MBG di Blora Berhenti Beroperasi
      • Geger Pria Depok Tantang Bocah Makan Cabai hingga Masuk Freezer
      • Tips Merawat Janda Bolong agar Tumbuh Subur, Pemula Wajib Tahu

        Lihat Sekilas

      • Lagi Cari Kayu, Warga Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan
      • Bupati Sukoharjo Pakai Hasil Peras Anak Buah buat Renovasi Rumah dan Beli Mobil
      • Diundang Trump, Presiden Meksiko dan PM Kanada Hadir di Final Piala Dunia 2026
      • Dukungan Polisi di Pelalawan Boat Racing, Pesona Wisata Sungai Kampar
      • Iran Akui Serang 2 Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz
      • Khofifah Telat Hampir 2 Jam ke Pasar Murah, Warga Pamekasan Sabar Menunggu demi Sembako Murah
      • Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah
      • Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China
      • Indonesia Masuk Daftar 42 Negara Visa Turis Termahal untuk Warga Uni Eropa
      • Promo FamilyMart 17-19 Juli 2026, Pepaya California Cuma Rp 1.990 Per 100 Gram
      • Copyright © 2026 Powered by Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun,Vista Notebook   sitemap