Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI

    DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI

    Waktu: 2026-07-29 16:17:18 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Aroma gurih telur asin yang baru matang memenuhi ruang pemberdayaan di Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu . Di sudut lain, sejumlah penyandang disabilitas tampak tekun menganyam tas, sementara yang lain mengolah serabut kelapa menjadi sapu siap jual.

    Produk-produk ini bukan sekadar kerajinan tangan biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa lewat kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan, keterbatasan bisa menjelma menjadi karya yang bernilai ekonomi.

    Pemandangan ini disaksikan langsung oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf. Fatma menyambangi setiap meja produksi, menyapa para penerima manfaat, dan menyuntikkan motivasi kepada keluarga pendamping.

    Salah satu titik yang dikunjungi Fatma adalah Pos Kesehatan Jiwa Mergo Waras binaan Puskesmas Dukuhklopo. Bersama Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito, wadah ini menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas psikososial. Di sini, mereka mendapatkan rehabilitasi sosial, terapi, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha mandiri.

    Di tempat ini, mereka tidak lagi disebut dengan label klinis yang kaku, melainkan sebagai "para tersayang"-sebuah akronim dari Terabaikan Kasih Sayang di Saat Jiwanya Goyang.

    "Bagi saya, sebutan itu mengingatkan kita semua bahwa setiap orang membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan penerimaan, terutama ketika sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya," tutur Fatma dalam keterangan tertulis, Sabtu .

    Fatma menegaskan maknanya tidak boleh berhenti sebatas julukan. Istilah ini menjadi pengingat bagi publik bahwa tidak boleh ada lagi warga yang terabaikan hanya karena kondisi kesehatan jiwa atau disabilitasnya.

    "Mereka adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak setara untuk bekerja, belajar, berkarya, dan hidup bermartabat," tambahnya.

    Fatma mengaku bangga karena proses pemulihan di Poskeswa ini melampaui pengobatan medis. Melalui Asistensi Rehabilitasi Sosial , Kementerian Sosial mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, bantuan kewirausahaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menyalurkan bantuan ATENSI dengan total nilai Rp82.496.521 kepada 22 penerima manfaat .

    Adapun rincian bantuan yang disalurkan antara lain, alat bantu aksesibilitas berupa 2 unit kursi roda standar, 1 unit kursi roda adaptif , dan 4 unit sepeda adaptif.

    Kemudian, bantuan kewirausahaan untuk 15 penerima. Modal modal usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing, mulai dari usaha tambal ban, warung makan/kopi, produksi telur asin, kerajinan tas macrame, mebel dan jaranan, hingga penjualan pakaian.

    "Jangan pandang bantuan ini sebagai tujuan akhir. Jadikan ini pemantik semangat untuk terus melangkah menuju kemandirian dan peningkatan kualitas hidup," ucap Fatma.

    Selain penyerahan bantuan dan peninjauan ruang produksi, rangkaian bakti sosial ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diakses oleh sekitar 100 peserta, termasuk para kader Posyandu.

    Sebagai informasi, turut hadir dalam agenda bakti sosial DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Kegiatan ini turut dikawal oleh Penasihat dan Ketua DWP Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Pemkab Jombang, serta perwakilan Kemensos. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat ini menjadi kunci dalam membuka ruang bagi kelompok rentan untuk bangkit dan berdaya.

    • Sebelumnya: Marinus Gea Dorong Unias Bangun Kepemimpinan Berkarakter Pancasila
    • Selanjutnya: 142 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Kota Tasikmalaya Nonaktif, Status UHC Terancam Batal

      Artikel Terkait

      • Awasi Kasus Febrie, Komisi III DPR Terus Dukung Kerja Kejagung
      • 5 Rute KAI Punya Pemandangan Indah, Ada yang dari Stasiun Tertinggi
      • Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
      • BBM Apa yang Cocok untuk Mitsubishi XForce HEV?
      • Spesifikasi Kipas Angin Rp 11 Juta yang Ramai Disebut untuk Kopdes, Dipakai di Pabrik dan RS
      • IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 1,10 Persen ke 6.175,53
      • Pigai Bantah Pernah Minta Masyarakat Belanja Rp 1 Juta per Bulan di Kopdes
      • 200 Nama Panggilan untuk Pacar yang Romantis, Lucu, dan Tidak Pasaran
      • Sebulan Tuntas, Jembatan Bailey Wih Kanis Pulihkan Akses Aceh Tengah
      • Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak

        Lihat Sekilas

      • Viral Pijat India Sajikan Miras di Danau Sunter Jakut, Ternyata Cuma Konten
      • Rp 715 Miliar Dana Pensiun PNS Malaysia Nyangkut di eFishery, Pengelola Tempuh Segala Cara
      • Mengapa Embun Upas Sering Muncul di Dataran Tinggi Dieng?
      • Polres Kebumen Minta Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga Segera Lapor, Ini Ciri-ciri Perempuan yang Ditemukan di Sungai Lukulo
      • Anjasmara Minta Maaf, Tegaskan Ucapannya Saat Live Bukan Ditujukan pada Syifa Hadju
      • JHT Dicairkan Kena PPh, Apakah Peserta Bayar Pajak Dua Kali?
      • 80 Hektar Lahan Terbakar di Bengkalis Riau, Ratusan Petugas dan 3 Helikopter Dikerahkan
      • AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh
      • 5 Trik Membuat Es Kopi Rumahan Lebih Enak, Tak Perlu Mesin Espresso
      • Minum Kopi Setiap Hari? Ahli Gizi Ungkap Manfaat dan Risikonya
      • Copyright © 2026 Powered by DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI,Vista Notebook   sitemap