Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Petani Singkong Minta Harga Rp 2.500 per Kilogram, Gibran Janji Carikan Solusi

    Petani Singkong Minta Harga Rp 2.500 per Kilogram, Gibran Janji Carikan Solusi

    Waktu: 2026-09-12 23:28:47 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Polemik harga singkong yang tak kunjung usai di Lampung kini sampai ke meja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Dalam dialog bersama petani di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7/2026), petani meminta pemerintah menetapkan harga acuan Rp 2.500 per kilogram dengan potongan rafaksi maksimal 15 persen.

    Permintaan tersebut disampaikan di tengah keluhan petani yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi fluktuasi harga, potongan rafaksi yang dinilai memberatkan hingga persoalan alat ukur kadar pati di pabrik.

    Lampung sendiri merupakan salah satu sentra produksi singkong terbesar di Indonesia. Namun, besarnya produksi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

    "Hari ini saya ke Lampung khusus mengecek singkong. Karena di komoditas ini masih banyak berbagai dinamika dan tantangan," kata Gibran, Rabu (15/7/2026).

    Dalam pertemuan itu, petani berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga singkong agar tidak lagi mengalami fluktuasi seperti yang terjadi selama ini.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran mengatakan persoalan harga akan segera dilaporkan kepada pemerintah pusat untuk dibahas lebih lanjut.

    "Terkait harga yang masih fluktuatif, nanti coba kami laporkan ke pimpinan dulu ya agar harganya tidak fluktuatif," ujarnya.

    Tak hanya soal harga, petani juga mengeluhkan belum adanya standar alat ukur kadar aci atau pati di pabrik yang dinilai memengaruhi penentuan harga jual hasil panen mereka.

    Gibran memastikan Kementerian Perdagangan akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

    "Dari Kemendag akan menindaklanjuti untuk alat ukur kadar acinya," tegasnya.

    Keluhan lainnya yang disampaikan petani adalah minimnya pasokan air untuk lahan pertanian. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi produktivitas tanaman singkong, terutama saat musim kemarau.

    Menurut Gibran, pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengupayakan bantuan pompanisasi dari Sungai Batanghari serta pengadaan traktor roda empat guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Lampung Timur.

    Persoalan singkong di Lampung sendiri telah menjadi perhatian publik sejak 2025. Ribuan petani beberapa kali menggelar aksi demonstrasi menuntut penetapan harga yang berpihak kepada mereka. Selain harga yang rendah, besarnya potongan rafaksi juga menjadi persoalan yang kerap diprotes petani.

    Kunjungan Gibran diharapkan menjadi pintu masuk penyelesaian polemik yang selama ini membayangi petani singkong di Lampung, terutama terkait kepastian harga jual hasil panen dan pengawasan terhadap tata niaga singkong di tingkat industri.

    • Sebelumnya: Gempa M 4,7 Guncang Pasaman Barat, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Mentawai
    • Selanjutnya: Geger Pria Depok Tantang Bocah Makan Cabai hingga Masuk Freezer

      Artikel Terkait

      • Ketahanan Mental Argentina, Buah dari Hidup Sulit Bertahun-tahun
      • Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi
      • Shin Tae-yong Buka Suara Terkait Kondisi Pemain Anyar Persija Jakarta
      • Reza Arap Ungkap Alasan Aloy Tak Pernah Ikut Promo Harusnya Horror
      • Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Bekasi karena TKP Sepi dan Tanpa CCTV
      • Terungkap 'Taufik Hidayat' Cikarang hingga Pelaku Ditangkap
      • Antisipasi Jules Kounde Hengkang, Barcelona Lirik Bek Tottenham Pedro Porro
      • Prabowo Panggil Sejumlah Anggota Kabinet ke Istana, Bahas Apa?
      • KSSK Lapor Kredit Perbankan Tumbuh 11,5 Persen, DPR Soroti Penyaluran ke UMKM
      • Kolaborasi Heri Dono dan Adelle, dari Kanvas ke Koleksi Perhiasan

        Lihat Sekilas

      • Andy Burnham Segera Jadi PM Baru Inggris, Dilantik Senin
      • Kronologi Kecelakaan Maut Sibolangit, Diduga Akibat Rem Blong
      • Panglima TNI Sebut Pendampingan TNI AU Sumbang 45 Persen Target Produksi Gula Nasional 2026
      • Cerita Sailah, dari Tanah ke Hunian Layak Berkat Bantuan Pemprov Jateng
      • Kekeringan Melanda 5 Desa di Dompu NTB, 240 KK Terdampak
      • Pemuda Asal Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Hilang Saat Menyeberang ke Keramba
      • Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-16 Juli, Menag: Momentum Pastikan Arah Kiblat
      • Kepergok Curi Kabel Rp 143 Juta, 2 Pria di Cikarang Ditangkap Polisi
      • Jangan Colok Kabel Cas ke HP Dulu Baru Adaptor ke Stopkontak, Ini Risikonya
      • ADAKSI Desak RUU Sisdiknas Tak Komersialisasi Kampus dan Bergantung UKT Sepenuhnya
      • Copyright © 2026 Powered by Petani Singkong Minta Harga Rp 2.500 per Kilogram, Gibran Janji Carikan Solusi,Vista Notebook   sitemap