Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli

    PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli

    Waktu: 2026-07-29 16:18:21 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    PDI Perjuangan akan meresmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan monumen tersebut dibangun sebagai pengingat peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli agar kekerasan atas nama negara tidak kembali terjadi.

    Hal itu disampaikan oleh Hasto usai menghadiri rangkaian peringatan 30 tahun Kudatuli di Taman Ismail Marzuki , Jakarta Pusat, Sabtu . Dia mengatakan Monumen Kudatuli bakal diresmikan di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat.

    "PDI Perjuangan juga akan mengadakan khususnya kegiatan pada tanggal 27 Juli 2026 nanti berupa peresmian suatu monumen Kudatuli untuk mengingatkan bahwa kekerasan atas nama negara itu tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh terjadi lagi," kata Hasto.

    Menurutnya, peringatan 30 tahun Kudatuli menjadi momentum bagi bangsa, termasuk PDIP, untuk melakukan refleksi terhadap praktik kekuasaan. Dia menilai kekuasaan yang cenderung otoriter dan anti-kritik dapat berdampak buruk bagi demokrasi.

    "30 tahun Kudatuli menyadarkan bahwa kekuasaan yang otoriter itu ketika dibiarkan, maka yang ada adalah suatu kekacauan dan kegelapan terhadap masa depan," tuturnya.

    Hasto mengatakan keterlibatan masyarakat dan akademisi dalam rangkaian peringatan Kudatuli penting untuk menggali pelajaran dari sejarah. Dia menekankan perlunya ruang bagi suara kritis dalam kehidupan demokrasi.

    "Demokratisasi sangat kita perlukan, kebebasan pers, kontrol dari masyarakat sipil, dan juga berbagai opsi-opsi yang mendorong agar arah Indonesia menjadi semakin baik," kata Hasto.

    Bagi PDIP, kata dia, peringatan Kudatuli juga menjadi pengingat agar suara rakyat tetap menjadi dasar dalam mengambil kebijakan politik. Dia berharap monumen yang akan diresmikan tersebut bisa mencegah munculnya kembali watak kekuasaan yang oligarki.

    "30 tahun Kudatuli mengajarkan kepada kita pentingnya suara-suara rakyat untuk diberikan suatu ruang, termasuk akses kepada pengambil kebijakan-kebijakan politik, agar kritik tentang watak kekuasaan yang oligarkis itu dapat kita cegah secara bersama-sama," pungkasnya.

    Sebagai informasi, peristiwa Kudatuli adalah peristiwa kekerasan yang terjadi di kantor Partai Demokrasi Indonesia . Peristiwa ini tepatnya terjadi di Kantor Sekretariat DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 27 Juli 1996

    Mengutip dari Komnas HAM, peristiwa Kudatuli diduga disebabkan oleh perebutan kantor PDI, antara kubu Megawati Soekarnoputri dengan kubu Soerjadi. Namun banyak pihak merasakan ada keganjilan dari penyebab utama ini.

    Lebih dari 20 tahun peristiwa kerusuhan yang menelan cukup banyak korban itu terjadi. Meski begitu, sisa dari peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 masih melekat dalam ingatan para korban, keluarga korban serta saksi mata ketika kerusuhan terjadi.

    Berdasarkan hasil penyelidikan Komnas HAM, disebutkan bahwa terdapat sejumlah korban tewas 5 orang, korban luka-luka mencapai 149 orang, dan korban hilang sebanyak 23 orang. Adapun kerugian materiil yang diperkirakan hingga Rp 100 miliar.

    Hingga saat ini, dalang hingga penyebab pasti di balik kasus Kudatuli 27 Juli 1996 masih belum terungkap. Sementara para keluarga korban sampai saat ini masih terus menuntut adanya keadilan akan peristiwa kerusuhan tersebut.

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Ukraina Serang Gudang Raksasa E-Commerce Rusia, 8 Orang Tewas
    • Selanjutnya: 7 Kecamatan di Subang Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipastikan Gagal Panen

      Artikel Terkait

      • The Odyssey Tayang dalam Format Berbeda, Apa Beda Dolby, IMAX dan 70mm?
      • FIFA Jual 4 Paket Rumput Final Piala Dunia 2026, Apa Saja Isinya?
      • Jadwal Sibuk, Tom Holland Ungkap Rela Tetap Terima Peran The Odyssey karena Zendaya
      • Pangdam Ungkap Alasan TNI Bangun Batalyon Teritorial di Tiap Kabupaten, Bukan Sekadar untuk Tempur
      • Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja
      • Zulhas Janji KDKMP Bakal Serap Hasil Panen: Tidak Boleh Petani Dirugikan
      • Zelensky Copot Menhan Ukraina, Warga dan Militer Ngamuk
      • Buntut Kecelakaan Maut, Sejumlah U-turn Ilegal di Jalur Pantura Indramayu Segera Ditutup
      • 4 RT di Keranggan Tangsel Alami Kekeringan, 13.000 Liter Air Bersih Disalurkan
      • Prabowo Tegaskan Tak Tebang Pilih Berantas Korupsi, Ibaratkan Kanker

        Lihat Sekilas

      • Pelajaran dari (Populisme) Argentina
      • Iwakum Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan
      • Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
      • Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic: Rodri Ada di Mana-mana
      • Polri Resmi Serahkan Barbuk dan Tersangka Kasus Eks Jampidsus ke Kejagung
      • Konflik Memanas, Houthi Umumkan Blokade Laut Arab Saudi
      • Ngerinya Kebocoran Gas Paling Mematikan dalam Sejarah, 3 Ribu Orang Tewas
      • Mojtaba Khamenei Angkat Suara Usai Pemakaman Ayahnya
      • Lari Sambil Dorong Stroller, Tren Baru Orang Tua Muda Jakarta Jaga Kebugaran
      • AS-Iran Perang Lagi, 18 Maskapai Ini Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah
      • Copyright © 2026 Powered by PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli,Vista Notebook   sitemap