Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media Iran

    Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media Iran

    Waktu: 2026-09-12 17:42:26 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Surat kabar Iran Hamshahri menerbitkan daftar berisi 13 politisi internasional yang disebut sebagai "buronan" atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, disertai pernyataan bahwa para politisi tersebut akan "membayar dengan harga tertinggi." Di antara mereka terdapat Kanselir Jerman Friedrich Merz dari Partai Demokrat Kristen .

    Hamshahri merupakan koran berhaluan ultrakonservatif yang menjangkau hingga dua juta pembaca per hari.

    Selain Merz, daftar tersebut juga memuat nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta sejumlah pemimpin lainnya. Dalam sebuah ilustrasi, seluruh tokoh digambarkan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye seperti yang lazim digunakan di AS.

    Sejak Februari, sejumlah negara Eropa mendukung perang Iran, termasuk dengan mengizinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara, atau menggunakan pangkalan militer. Namun begitu, Italia menolak permintaan Washington untuk menyediakan fasilitas transit bagi pesawat pembomnya.

    Setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada awal Maret, Merz mengatakan bahwa pemerintah Jerman memahami rasa lega yang dirasakan banyak warga Iran, karena nasib Republik Islam yang di ujung tanduk.

    Saat itu dia menyatakan, "Kami memiliki kepentingan yang sama dengan AS dan Israel untuk mengakhiri teror rezim ini serta menghentikan program persenjataan nuklir dan rudal balistiknya."

    Namun hingga kini, rezim Republik Islam Iran masih tetap berkuasa. Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei pada tahap awal kampanye militer gagal memicu keruntuhan. Putranya, Mojtaba Khamenei, kemudian ditunjuk sebagai penerus. Dalam pernyataan tertulis, Mojtaba berjanji akan melakukan "pembalasan" atas kematian ayahnya.

    Dalam artikel daring yang diterbitkan pekan lalu, Hamshahri menulis, "Pembalasan tidak dapat dihindari. Para penjahat akan membawa keinginan mereka untuk mati dengan damai ke liang kubur."

    Artikel tersebut tidak dimuat dalam edisi cetak Hamshahri pada hari Minggu dan telah dihapus dari situs web surat kabar tersebut pada awal pekan ini.

    Meski demikian, pejabat pemerintah Jerman maupun Partai Hijau menyatakan keprihatinan atas ancaman tersebut.

    Ketua Komite Pengawas Intelijen Bundestag, Marc Henrichmann, mengatakan, "Kita harus mengasumsikan bahwa dinas intelijen Iran juga sedang merencanakan serangan di Eropa."

    Lembaga keamanan Jerman secara khusus mengkhawatirkan penggunaan apa yang disebut sebagai "agen sekali pakai" , yakni individu yang direkrut hanya untuk melaksanakan satu aksi serangan.

    Juru bicara kebijakan dalam negeri Fraksi Partai Demokrat Sosial , Sebastian Fiedler, menyampaikan kekhawatiran serupa kepada surat kabar Die Welt. Menurutnya, tingkat ancaman saat ini sudah tinggi dan perkembangan terbaru semakin memperkuat penilaian tersebut.

    Ia menilai situasi saat ini berpotensi menyulut kelompok ekstremis dan memobilisasi pelaku tunggal."

    Meski demikian, banyak politisi juga menegaskan bahwa Kanselir Friedrich Merz telah berada di bawah pengamanan yang sangat ketat sehingga belum diperlukan peningkatan langkah-langkah keamanan tambahan.

    Wakil Presiden Bundestag dari Partai Hijau, Omid Nouripour, yang lahir di Iran, mengatakan kepada DW, "Di Jerman, kami telah berkali-kali mengalami terorisme yang diekspor oleh negara Iran. Surat kabar itu tidak mungkin bisa menerbitkan ancaman pembunuhan tersebut tanpa persetujuan sensor jika rezim tidak menghendakinya. Karena itu kita harus menganggap ancaman ini serius. Ketika sebuah rezim menargetkan kepala pemerintahan kita, itu merupakan tindakan permusuhan dan harus diperlakukan demikian."

    Sementara itu, pemerintah Jerman merespons dengan sangat hati-hati. Dalam konferensi pers rutin pada hari Senin, wakil juru bicara pemerintah Steffen Meyer hanya mengatakan bahwa pemerintah telah mengetahui ancaman tersebut dan menolak memberikan komentar lebih lanjut.

    Meski demikian, para pakar keamanan tidak menutup kemungkinan adanya aktivitas teror yang berkaitan dengan Iran di Jerman.

    Otoritas Jerman memperkirakan terdapat sekitar 180 orang di negara itu yang bekerja atas nama Korps Garda Revolusi Iran atau badan intelijen Iran.

    Menjawab pertanyaan dari portal Euractiv pada Mei lalu, Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi , badan intelijen dalam negeri Jerman, menyatakan bahwa dinas intelijen Iran telah lama siap melakukan tindakan yang setara dengan terorisme negara.

    Menurut BfV, "Tindakan tersebut mencakup segala hal, mulai dari ancaman terhadap individu tertentu hingga pengumpulan intelijen untuk merencanakan kemungkinan serangan."

    BfV juga menyatakan bahwa aparat keamanan Iran saat ini telah melemah secara signifikan akibat serangan militer yang terus berlangsung di negara tersebut. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa Teheran dapat kembali mengalihkan aktivitasnya ke luar negeri setelah tekanan terhadap rezim mereda, misalnya setelah perang secara resmi berakhir.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris Diadaptasi oleh Rahka Susanto Editor: Rizki Nugraha

    Lihat juga Video: Detik-detik Drone Iran Hantam Gudang di Kuwait

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Warga Diteror Tetangga hingga Pintu Rusak Sempat Dimediasi Sejak 2024
    • Selanjutnya: "Jangan Pernah Mendaki Hanya demi Konten" Ini Tips Aman Naik Gunung agar Pulang Selamat

      Artikel Terkait

      • Turis China yang Tenggelam di Pulau Kelor Labuan Bajo Ditemukan di Kedalaman 23 Meter
      • INFOGRAFIK: Hoaks Ibu Rumah Tangga Dapat Bantuan DAP Australia Sebesar Rp 1 Miliar
      • Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS
      • Polisi Desak Jembatan Pajarakan Direhabilitasi Setelah Tol Prosiwangi Dibuka
      • Prabowo: Pakar Ramalkan RI Negara Ke-4 Terkaya di Dunia Tahun 2045
      • Minum Kopi Setiap Hari? Ahli Gizi Ungkap Manfaat dan Risikonya
      • Fenomena Gunung Gundul di Korea Viral, Tarik Gen Z dan Turis Asing
      • Unik, Mi Instan di Jepang Ini Bisa Dimasak Pakai Air Dingin
      • Mendagri Ungkap Strategi Cegah Korupsi di Daerah Lewat Sistem-Integritas
      • Skenario Keji Anak Angkat di Nganjuk, Jadi Otak Pembunuhan Ayah, Jasadnya Dikubur di Samping Rumah

        Lihat Sekilas

      • UU Haji Digugat ke MK, Soroti Risiko Pidana bagi Umrah Mandiri
      • 3 Kondisi yang Memperbolehkan Ganti Foto KTP-el, Apa Saja?
      • Alasan Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo Tak Bisa Dicantumkan di Akta Kelahiran
      • Fakta di Balik Erling Haaland Bawa Rakun Awetan, Awalnya Niat Beli Topi Koboi
      • Netanyahu Dukung Argentina, Doakan Juara Piala Dunia Lagi
      • Pencuri di Ponorogo Kembalikan Motor, Tulis Surat "Saya Khilaf"
      • Promo PLN Tambah Daya 50 persen, Begini Caranya via Aplikasi PLN Mobile
      • Polisi Pantau JPO Grogol Usai Video Dugaan Eksibisionis Viral
      • Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS 18 Juli 2026 Turun
      • Warga Usul Jalur Pendakian Merapi Dibuka, Setiap 3 Pendaki Wajib Didampingi 1 Guide
      • Copyright © 2026 Powered by Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media Iran,Vista Notebook   sitemap