Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri

    Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri

    Waktu: 2026-07-29 16:17:20 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Gigi susu punya peran penting bagi anak

    Alana menjelaskan bahwa gigi susu bukan sekadar gigi sementara yang akan digantikan oleh gigi permanen.

    Karena itu, gigi susu yang rusak tidak boleh dibiarkan hingga copot dengan sendirinya.

    "Tanpa perawatan yang tepat, gigi anak rentan mengalami karies gigi," ujar dr. Alana.

    Ia menjelaskan, gigi susu berfungsi membantu anak mengunyah makanan, berbicara, sekaligus menjadi panduan tumbuhnya gigi permanen.

    Jika gigi susu tanggal terlalu cepat akibat karies, pertumbuhan gigi permanen berisiko menjadi tidak teratur atau bahkan terjebak di dalam gusi (impaksi).

    Dengan kata lain, kerusakan pada gigi susu juga dapat memengaruhi perkembangan gigi permanen di kemudian hari.

    Jangan tunggu anak mengeluh sakit gigi

    drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A. Meski hanya sementara, gigi susu yang dibiarkan berlubang bisa mengganggu tumbuh kembang anak hingga pertumbuhan gigi permanen, sehingga dokter mengingatkan orangtua agar tidak menunggu gigi copot baru mulai merawatnya.Dok. RSPI drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A. Meski hanya sementara, gigi susu yang dibiarkan berlubang bisa mengganggu tumbuh kembang anak hingga pertumbuhan gigi permanen, sehingga dokter mengingatkan orangtua agar tidak menunggu gigi copot baru mulai merawatnya.

    Menurut Alana, gejala karies pada anak tidak selalu langsung berupa nyeri.

    Pada tahap awal, orangtua bisa melihat munculnya bercak putih pada permukaan gigi yang lama-kelamaan berubah menjadi cokelat hingga kehitaman.

    Seiring bertambah parahnya kerusakan, anak dapat mulai mengeluhkan gigi ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman manis, panas, maupun dingin.

    Selain itu, dapat terlihat adanya lubang pada gigi, bau mulut, hingga rasa sakit saat menggigit atau mengunyah makanan.

    Apabila tanda-tanda tersebut muncul, orangtua sebaiknya segera membawa anak ke dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak agar kerusakan tidak semakin berat.

    Karies bisa memengaruhi aktivitas dan tumbuh kembang

    Alana menjelaskan bahwa karies yang tidak ditangani dapat berkembang hingga merusak lapisan gigi yang lebih dalam.

    Akibatnya, anak dapat mengalami sakit gigi berkepanjangan yang membuatnya kehilangan nafsu makan.

    Kondisi tersebut berisiko menyebabkan asupan nutrisi anak tidak optimal sehingga dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya.

    Tidak hanya itu, sakit gigi juga dapat membuat anak sulit tidur, menjadi lebih rewel, kehilangan konsentrasi saat belajar, hingga tidak bersemangat bermain.

    Pada kasus yang lebih berat, infeksi akibat gigi berlubang dapat menyebar ke gusi, tulang rahang, bahkan organ tubuh lain apabila tidak segera ditangani.

    Periksa gigi secara rutin sejak dini

    Untuk menangani karies, dokter akan menyesuaikan terapi berdasarkan usia anak, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan kerusakan gigi.

    Pilihan penanganannya dapat berupa fluoride treatment untuk memperkuat enamel gigi, tambal gigi, pemasangan mahkota gigi (crown), hingga pencabutan apabila gigi sudah tidak dapat dipertahankan.

    Agar kerusakan bisa dicegah sejak awal, Alana mengingatkan pentingnya membiasakan anak menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta membiasakan minum air putih setelah makan.

    Ia juga mengimbau orangtua untuk tidak menunggu hingga anak mengeluh sakit gigi sebelum memeriksakan kondisi giginya.

    "Kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan sejak anak memiliki gigi pertamanya atau ketika usianya menginjak satu tahun. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kesehatan gigi, mencegah kerusakan, dan memastikan pertumbuhan gigi sesuai dengan usianya," kata dr. Alana.

    Dengan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali, masalah pada gigi anak dapat dideteksi lebih awal sehingga risiko komplikasi akibat karies dapat diminimalkan.

    • Sebelumnya: Respons Cepat Dokkes Polres Jakpus Selamatkan Wanita yang Alami Pendarahan
    • Selanjutnya: Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?

      Artikel Terkait

      • Harapan Presiden Prabowo Subianto Usai Luke Vickery Resmi Jadi WNI
      • WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
      • Pertamina Tambah Jam Operasional BBM di Aceh, Distribusi Dipercepat hingga 14 Jam
      • Viral karena Disebut Mirip "Yesus", Penjual Kambing Asal Kota Batu Sempat Ragu Bikin Konten
      • Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian Modul BTS Bikin Blackout Jakarta-Jabar
      • SD Negeri Sepi Peminat, Mendikdasmen Buka Suara
      • Waka MPR Sebut Peningkatan Literasi Nasional Tidak Boleh Berhenti
      • 115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan
      • Meski Likuiditas Ketat, Dana Kelolaan Nasabah Prioritas DBS Tumbuh 13 Persen
      • Akuisisi Kredit Pensiun SMBC Indonesia, BTN Kedatangan 344.600 Nasabah Baru

        Lihat Sekilas

      • Kunjungi Sekolah Rakyat DKI, Gus Ipul Minta Siswa Tak Berkecil Hati
      • Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli
      • 4 Hari Bertahan di Laut, Bocah Korban KM Nurul Salsa Saksikan Ibunya Meninggal di Atas Pelampung
      • 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Sempat Mengapung Pakai Gabus Bareng 3 Mayat
      • Bocah 6 Tahun Asal Mataram Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali
      • Pengiriman BBM di Sumut Menyusut Ketika Sampai di SPBU, Polda Sumut: Masih Kita Selidiki
      • Viral Stadion Pakansari Penuh Asap dan Bising Knalpot, Ini Penyebabnya
      • CONMEBOL Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Apa Gagasannya?
      • Bantah Main Judi Online, Camat Madiun Berdalih Rapat Paripurna Belum Dimulai
      • Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli
      • Copyright © 2026 Powered by Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri,Vista Notebook   sitemap