Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku

    Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku

    Waktu: 2026-09-12 22:11:45 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

     Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan sikap pemerintah provinsi yang menolak wacana penarikan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi siswa SMA dan SMK negeri.

    Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas usulan dari DPRD Jawa Barat yang menginginkan reaktivasi SPP untuk menutup kekurangan anggaran operasional sekolah.

    Penegasan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan pendidikan gratis di tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Barat akan tetap dipertahankan, meskipun di tengah tantangan keterbatasan anggaran.

    Apa alasan Pemprov Jabar menolak reaktivasi SPP?

    Dedi Mulyadi menekankan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab negara dan tidak boleh kembali dibebankan kepada orang tua siswa, khususnya di sekolah negeri.

    "Masih ramai dibahas tentang usulan pemberlakuan SPP bagi siswa-siswi wilayah Provinsi Jawa Barat. Itu merupakan usulan teman-teman DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi pendidikan. Selanjutnya kami tegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap tidak akan memberlakukan pembayaran SPP," ujar Dedi Mulyadi, Kamis (16/7/2026) dikutip dari TribunJabar.id.

    Ia menegaskan bahwa prinsip utama yang dipegang pemerintah adalah menjamin akses pendidikan tanpa biaya bagi seluruh siswa.

    "Kami tetap berpegang teguh pendidikan merupakan kewajiban pemerintah. Siswanya, biayanya ditanggung pemerintah," tegasnya.

    Menurut Dedi, pengembalian kebijakan SPP berpotensi menambah beban masyarakat dan dapat menghambat akses pendidikan, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

    Mengapa DPRD Jabar mengusulkan SPP kembali?

    Di sisi lain, DPRD Jawa Barat melalui Komisi V mengemukakan usulan reaktivasi SPP sebagai solusi atas keterbatasan anggaran yang dihadapi sekolah.

    Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, menyebut usulan tersebut muncul setelah pihaknya menerima berbagai keluhan dari sekolah dan Kantor Cabang Dinas (KCD) terkait minimnya dana operasional.

    "Berangkat dari ketidakmampuan pemerintah untuk membiayai semua biaya operasional yang dibutuhkan oleh satuan pendidikan, baik SMA maupun SMK negeri. Saat ini dana BOS pusat dan BOS provinsi hanya mampu menutup sekitar 40 persen dari kebutuhan biaya operasional ideal setiap siswa dalam satu tahun," ungkap Untung, Rabu (15/7/2026).

    Kondisi ini membuat banyak sekolah harus beroperasi dengan keterbatasan, yang berdampak pada kualitas layanan pendidikan.

    "Risikonya adalah anak-anak mendapatkan layanan seadanya dari berbagai faktor, anak-anak tidak mendapatkan layanan pembelajaran yang berkualitas karena anggarannya ya segitu-gitunya. Jangan berharap kemudian kita akan mendapatkan lulusan yang berkualitas," jelas Untung.

    Keterbatasan ini dikhawatirkan dapat menghambat peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat jika tidak segera ditangani.

    Dalam konsep yang diusulkan DPRD, reaktivasi SPP tidak akan diberlakukan secara merata. Skema yang dirancang bersifat berjenjang berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul DPRD Jabar Usul SMA Negeri Bayar SPP Lagi, Dedi Mulyadi Tegas Menolak: Biaya Ditanggung Pemerintah.

    • Sebelumnya: Kesaksian Penyintas KM Nurul Salsa Jadi Petunjuk Baru, Basarnas Fokus Cari Korban di Laut Flores
    • Selanjutnya: Saya Coba Asus Vivobook Go 14, Laptop "Ganteng" dengan Port Lengkap untuk Pelajar

      Artikel Terkait

      • Kenapa Zodiak Gemini dan Virgo Kerap Dapat Reputasi Buruk? Ini Alasannya
      • BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun
      • Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang
      • Pascaledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Akan Jalani Sisa Pendidikan di Sekolah Lain
      • Pukul Siswanya dengan Mistar karena Tak Hafal Perkalian, Guru di Lubuklinggau Dilaporkan ke Polisi
      • Lestarikan Peradaban Leluhur, Gubernur Bobby Berkomitmen Revitalisasi Situs Tetegewo
      • Mulai 2027, Pemprov Jatim Bidik Pelebaran 20 Km Jalan Provinsi per Tahun
      • Sambut Presiden Prabowo, Siswa di Malang Titip Harapan soal Menu MBG
      • Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Pukul 02.00 WIB, Ini Cara Nontonnya di TVRI dan Live Streaming
      • Pasar Kripto Bergerak Datar, Futures jadi Pilihan Alternatif Strategi

        Lihat Sekilas

      • Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin
      • Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam
      • Negara yang Murah kepada Gurunya
      • Hasil Japan Open 2026: Ubed Wujudkan Keinginan Hadapi Anders Antonsen
      • Layanan Penyeberangan Perintis NTT Kembali Dibuka, Akses 3T Pulih
      • KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji
      • KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar Sulsel: 49 Selamat, 1 Meninggal, dan 24 Masih Dicari
      • NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini
      • Viral Penjual Kolesom Jumbo di Jaksel Disebut Beralkohol, Apa Itu?
      • Promo FamilyMart 18 Juli 2026, Beli Menu Ayam Tambah Rp 2.000 Dapat Pristine
      • Copyright © 2026 Powered by Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku,Vista Notebook   sitemap