Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Modifikasi Motor biar Irit BBM, Beneran Ampuh atau Cuma Sugesti?

    Modifikasi Motor biar Irit BBM, Beneran Ampuh atau Cuma Sugesti?

    Waktu: 2026-09-12 18:19:01 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Di tengah keinginan para pengendara untuk menekan pengeluaran harian, isu efisiensi bahan bakar minyak (BBM) selalu menarik untuk dibahas.

    Banyak pemilik sepeda motor yang kemudian melirik jalur modifikasi, mulai dari memasang alat tambahan, menggunakan pil khusus, hingga mengubah setelan internal mesin demi mengejar angka konsumsi BBM yang lebih irit.

    Namun, apakah ragam modifikasi ini benar-benar terbukti secara teknis, atau justru menyimpan risiko besar yang bisa merusak mesin dalam jangka panjang?

    Ilustrasi servis motor Harley-Davidsonilhamkarim/kompas.com Ilustrasi servis motor Harley-Davidson

    Risiko Kerusakan Mesin Lebih Besar ketimbang Manfaat

    Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan bahwa rekayasa mekanis untuk membuat motor lebih irit memang secara teori bisa saja dilakukan. Namun, ubahan tersebut menuntut konsekuensi yang sangat besar.

    "Ya bisa-bisa saja seperti memodifikasi untuk menurunkan rasio kompresi, memundurkan timing pengapian (kalau ECM kita bisa disetel), bisa juga dengan menurunkan temperatur mesin atau bisa juga dengan menambah peningkat oktan seperti yang ada di aftermarket," ujar Victor kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

    Meski secara teknis memungkinkan, Victor mengingatkan bahwa setiap motor baru yang keluar dari pabrik sudah melalui perhitungan matang yang menyeimbangkan semua sektor. Mengubah satu variabel standar demi keiritan dipastikan akan merusak keseimbangan komponen lainnya.

    "Ketika melakukan modifikasi pasti ada sesuatu (standar) yang dirubah yang tentunya akan memiliki efek samping yang biasanya kalau dibandingkan antara manfaat dan mudharat akan merugikan," kata Victor.

    Efek domino dari ubahan paksa ini tidak main-main, mulai dari penurunan performa motor, emisi gas buang yang memburuk, hingga memperpendek umur pakai komponen mesin itu sendiri.

    "Karena itu, kita dari pabrikan tidak merekomendasikan hal ini," ucap Victor.

    Klaim Alat Penghemat BBM Hanya Sebatas Testimoni

    Senada dengan pihak pabrikan, pandangan skeptis juga datang dari pelaku industri modifikasi di lapangan. Aksesori atau ramuan aftermarket yang marak dijual dengan iming-iming instan bikin irit bensin dinilai tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat.

    Dustin, pemilik bengkel Garage +62, mengungkapkan bahwa selama memegang berbagai proyek modifikasi, dirinya belum pernah menemukan alat yang secara sahih terbukti di atas kertas bisa memangkas konsumsi BBM.

    "Ada yang bilang pasang alat ini, masukkin pil ini pil itu, semuanya cuma sugesti. Tidak terbukti secara teknis kalau semua itu bisa membuat irit BBM," kata Dustin.

    Kapur barus dipercaya dapat meningkatkan oktan bensinFoto: Tangkapan layar Kapur barus dipercaya dapat meningkatkan oktan bensin

    Dustin menilai, maraknya anggapan bahwa alat-alat tersebut berhasil membuat motor lebih irit lebih dipicu oleh faktor psikologis pengendara setelah mengeluarkan uang, atau karena strategi pemasaran digital yang masif.

    "Selama ini kan klaimnya hanya testimoni saja. Testimoni itu kan bisa karena sugesti orangnya, atau mungkin ada beberapa influencer malah dibayar," kata dia.

    Artinya, tidak ada jalan pintas lewat modifikasi atau pemasangan peranti ajaib untuk membuat motor menjadi lebih irit BBM. Langkah paling aman dan terbukti untuk menjaga efisiensi bahan bakar tetap optimal adalah melakukan servis berkala secara rutin serta menerapkan gaya berkendara yang halus.

    • Sebelumnya: ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
    • Selanjutnya: Pabrik Garmen PT Samwon Jepara Tutup Agustus 2026, 670 Pekerja Terancam PHK

      Artikel Terkait

      • 3 Zodiak yang Diprediksi Semakin Berdaya pada 17 Juli 2026, Ada Aries
      • Bupati Lombok Barat Nobar Piala Dunia Dini Hari, Paginya Kantor Disegel KPK
      • Singapura Jadi Tempat Belajar Antikorupsi Kepala Daerah RI, Bagaimana Rekam Jejaknya?
      • Awal Mula Pria di Depok Challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer
      • Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki
      • Dilaporkan Lagi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Roy Suryo: Enggak Apa-apa
      • 1,2 Juta NIK Warga Jateng Dicuri, Dinsos: Kami Sudah Menerapkan SOP
      • Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen
      • 6 Maskapai Ajukan Rute dari Bandara Husein Bandung, Ada Penerbangan ke Singapura dan Malaysia
      • Presiden Argentina Umumkan Hari Libur Nasional Usai Kalah Piala Dunia

        Lihat Sekilas

      • Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV di White Rabbit Jaksel Terkait Narkoba
      • Anwar Ibrahim Ungkap Dana Pensiun Malaysia Rugi Rp 875 M Buntut Kasus eFishery
      • PAM JAYA Gelar Gathering Pekerja, Perkuat Sinergi dan Harmonisasi Internal
      • Kelakuan RX King Lawan Arah di Pakansari Bikin 3 Korban Bergelimpangan
      • Banjir Rob Masuk Sekolah, Disdik Surabaya Sebut MPLS Tak Terganggu
      • Followers Instagram Hotman Paris Turun Usai Bela Febrie Ardiansyah
      • Waka BGN Ogah Ungkap Harga Motor Listrik di Rapat DPR: Materi Penyidikan
      • HUT Ke-344 Bandar Lampung, Sekjen Kemendagri Ajak Perkuat Ekonomi Daerah
      • Rumah Mewah di Grand Polonia Meledak, Kapolrestabes Medan: Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam
      • Militer China-Filipina Bentrok di Laut China Selatan, 1 Orang Luka
      • Copyright © 2026 Powered by Modifikasi Motor biar Irit BBM, Beneran Ampuh atau Cuma Sugesti?,Vista Notebook   sitemap