Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Modifikasi Motor biar Irit BBM, Beneran Ampuh atau Cuma Sugesti?

    Modifikasi Motor biar Irit BBM, Beneran Ampuh atau Cuma Sugesti?

    Waktu: 2026-07-29 17:09:26 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Di tengah keinginan para pengendara untuk menekan pengeluaran harian, isu efisiensi bahan bakar minyak (BBM) selalu menarik untuk dibahas.

    Banyak pemilik sepeda motor yang kemudian melirik jalur modifikasi, mulai dari memasang alat tambahan, menggunakan pil khusus, hingga mengubah setelan internal mesin demi mengejar angka konsumsi BBM yang lebih irit.

    Namun, apakah ragam modifikasi ini benar-benar terbukti secara teknis, atau justru menyimpan risiko besar yang bisa merusak mesin dalam jangka panjang?

    Ilustrasi servis motor Harley-Davidsonilhamkarim/kompas.com Ilustrasi servis motor Harley-Davidson

    Risiko Kerusakan Mesin Lebih Besar ketimbang Manfaat

    Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan bahwa rekayasa mekanis untuk membuat motor lebih irit memang secara teori bisa saja dilakukan. Namun, ubahan tersebut menuntut konsekuensi yang sangat besar.

    "Ya bisa-bisa saja seperti memodifikasi untuk menurunkan rasio kompresi, memundurkan timing pengapian (kalau ECM kita bisa disetel), bisa juga dengan menurunkan temperatur mesin atau bisa juga dengan menambah peningkat oktan seperti yang ada di aftermarket," ujar Victor kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

    Meski secara teknis memungkinkan, Victor mengingatkan bahwa setiap motor baru yang keluar dari pabrik sudah melalui perhitungan matang yang menyeimbangkan semua sektor. Mengubah satu variabel standar demi keiritan dipastikan akan merusak keseimbangan komponen lainnya.

    "Ketika melakukan modifikasi pasti ada sesuatu (standar) yang dirubah yang tentunya akan memiliki efek samping yang biasanya kalau dibandingkan antara manfaat dan mudharat akan merugikan," kata Victor.

    Efek domino dari ubahan paksa ini tidak main-main, mulai dari penurunan performa motor, emisi gas buang yang memburuk, hingga memperpendek umur pakai komponen mesin itu sendiri.

    "Karena itu, kita dari pabrikan tidak merekomendasikan hal ini," ucap Victor.

    Klaim Alat Penghemat BBM Hanya Sebatas Testimoni

    Senada dengan pihak pabrikan, pandangan skeptis juga datang dari pelaku industri modifikasi di lapangan. Aksesori atau ramuan aftermarket yang marak dijual dengan iming-iming instan bikin irit bensin dinilai tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat.

    Dustin, pemilik bengkel Garage +62, mengungkapkan bahwa selama memegang berbagai proyek modifikasi, dirinya belum pernah menemukan alat yang secara sahih terbukti di atas kertas bisa memangkas konsumsi BBM.

    "Ada yang bilang pasang alat ini, masukkin pil ini pil itu, semuanya cuma sugesti. Tidak terbukti secara teknis kalau semua itu bisa membuat irit BBM," kata Dustin.

    Kapur barus dipercaya dapat meningkatkan oktan bensinFoto: Tangkapan layar Kapur barus dipercaya dapat meningkatkan oktan bensin

    Dustin menilai, maraknya anggapan bahwa alat-alat tersebut berhasil membuat motor lebih irit lebih dipicu oleh faktor psikologis pengendara setelah mengeluarkan uang, atau karena strategi pemasaran digital yang masif.

    "Selama ini kan klaimnya hanya testimoni saja. Testimoni itu kan bisa karena sugesti orangnya, atau mungkin ada beberapa influencer malah dibayar," kata dia.

    Artinya, tidak ada jalan pintas lewat modifikasi atau pemasangan peranti ajaib untuk membuat motor menjadi lebih irit BBM. Langkah paling aman dan terbukti untuk menjaga efisiensi bahan bakar tetap optimal adalah melakukan servis berkala secara rutin serta menerapkan gaya berkendara yang halus.

    • Sebelumnya: TNI AU Kasih Paham Akun yang Tanya Kenapa Pesawat Militer Singapura Tak Dihadang
    • Selanjutnya: Dilaporkan 11 Juli, Admin TheKerupuk Jadi Tersangka Empat Hari Kemudian, LBH Soroti Prosesnya

      Artikel Terkait

      • Sahara Barat: The Odyssey Christopher Nolan dan Bayang-Bayang Sejarah yang Belum Tuntas
      • ASN Jaksel Bawa Kendaraan Pribadi di Hari Wajib Naik Transum, Mobil Diderek
      • Nge-challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer, Pria di Depok Ditangkap
      • Menkum Buka Suara soal Tarif Baru Naturalisasi dan Lepas Status WNI
      • IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.041, Saham RANS Melonjak 24,77 Persen
      • Sakit Hati Sejak Kecil dan Terbelit Utang Jadi Motif Anak Angkat Habisi Ayah di Nganjuk
      • Cewek Open BO yang Peras ASN di Medan Kerap Ganti Foto di Aplikasi
      • Anggota BPK RI Bobby Rizaldi Diperiksa KPK 9 Jam Usai Rumahnya Digeledah
      • Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
      • TPA Cipayung Depok Kebakaran, Api Menyala Besar

        Lihat Sekilas

      • Hino Perluas Layanan di Banyuwangi dengan Diler Baru
      • Pilu Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Tambun Selatan
      • Israel Ikut Cegat Rudal Iran yang Mengarah ke Yordania
      • Prabowo Bocorkan Bakal Launching Motor Listrik Nasional
      • Peneliti Coba Rekayasa Nyamuk Jantan demi Bikin Malaria Musnah
      • Kasus Korupsi Irak: Emas 375 Kg Disita, Uang Miliaran di Saluran Air
      • 4 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi
      • Celoteh Hotman Paris ke Jurnalis Berujung Permintaan Maaf
      • International Halal Market di CFD HI, Warga Cicipi Makanan Thailand-Malaysia
      • Kemensos-Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar Borobudur
      • Copyright © 2026 Powered by Modifikasi Motor biar Irit BBM, Beneran Ampuh atau Cuma Sugesti?,Vista Notebook   sitemap